Harga Emas Pegadaian Melonjak, Investor Beralih ke Aset Aman

JAKARTA – Lonjakan harga emas batangan di PT Pegadaian (Persero) pada Kamis, 2 April 2026, memperkuat sinyal meningkatnya minat masyarakat terhadap aset aman di tengah dinamika pasar, seiring kenaikan harga yang terjadi pada hampir seluruh produk logam mulia yang dipasarkan.

Pergerakan harga tersebut terlihat dari kenaikan signifikan pada emas cetakan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), PT Untung Bersama Sejahtera (UBS), serta Galeri 24. Berdasarkan data terbaru, harga emas ukuran kecil hingga menengah mengalami penguatan harian yang cukup tajam dibandingkan posisi sebelumnya.

Emas Antam ukuran 0,5 gram tercatat mencapai Rp1.562.000 atau naik Rp39.000, sedangkan ukuran 1 gram menyentuh Rp3.019.000 setelah menguat Rp78.000. Tren serupa juga terjadi pada produk UBS, di mana ukuran 0,5 gram dibanderol Rp1.580.000 atau naik Rp36.000, sementara ukuran 1 gram mencapai Rp2.923.000 atau meningkat Rp66.000.

Kenaikan juga terjadi pada emas Galeri 24. Untuk ukuran 0,5 gram, harga berada di level Rp1.526.000 atau naik Rp34.000, sedangkan ukuran 1 gram dipatok Rp2.908.000 setelah bertambah Rp64.000 dari hari sebelumnya.

Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi investor dan masyarakat terhadap instrumen lindung nilai, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pergerakan harga emas domestik ini juga sejalan dengan tren penguatan emas dunia dalam beberapa hari terakhir.

PT Pegadaian (Persero), yang merupakan bagian dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), menyediakan berbagai pilihan investasi emas yang mudah diakses oleh masyarakat. Kemudahan akses tersebut dinilai turut mendorong peningkatan transaksi logam mulia di tingkat ritel.

Sementara itu, kenaikan harga emas domestik tidak terlepas dari pengaruh pasar global, termasuk fluktuasi harga emas internasional serta sentimen ekonomi makro. Informasi ini sebagaimana dilansir Bloomberg Technoz, Kamis, (02/04/2026).

Ke depan, tren harga emas masih berpotensi bergerak dinamis mengikuti perkembangan ekonomi global, kebijakan moneter, serta kondisi geopolitik yang memengaruhi permintaan aset aman di pasar keuangan. []

Penulis: Dimas Nugroho | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *