Harga Minyak Dunia Tembus USD 103 per Barel
JAKARTA – Harga minyak mentah dunia kembali menguat pada penutupan perdagangan Jumat (13/03/2026) seiring berlanjutnya ketegangan di Timur Tengah yang menyebabkan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz masih tertutup, sehingga memicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global, sebagaimana dilansir Reuters, Senin, (16/03/2026).
Berdasarkan data perdagangan, kontrak minyak mentah Brent crude untuk pengiriman Mei ditutup di level USD 103,14 per barel atau meningkat USD 2,68 setara 2,67 persen. Sementara itu, minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April turut naik menjadi USD 98,71 per barel setelah menguat USD 2,98 atau 3,11 persen.
Kenaikan harga tersebut terjadi ketika konflik di kawasan Timur Tengah memasuki pekan kedua. Sebelumnya, harga minyak sempat mengalami penurunan setelah muncul laporan keliru yang menyebut kapal tanker berbendera India berhasil melintasi Selat Hormuz. Namun kemudian diketahui kapal tersebut berlayar dari Oman dan tidak melalui selat tersebut, sehingga harga minyak kembali melonjak menjelang tengah hari perdagangan Jumat.
Secara mingguan, harga minyak mentah global menunjukkan tren penguatan signifikan. Minyak Brent tercatat naik sekitar 11,27 persen dibandingkan posisi penutupan pada 6 Maret. Sementara itu, WTI menguat sekitar 8 persen dibandingkan dengan harga pada pekan sebelumnya.
Selain minyak mentah, pergerakan harga sejumlah komoditas global lainnya juga menunjukkan dinamika berbeda. Berdasarkan data dari laman resmi Barchart, harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) untuk kontrak April ditutup naik 0,62 persen menjadi MYR 4.539 per ton pada akhir perdagangan Jumat (13/3).
Di sisi lain, harga batu bara berjangka Newcastle justru mengalami penurunan tipis. Data Barchart menunjukkan harga batu bara kontrak April turun 0,05 persen ke posisi USD 137,30 per ton.
Sementara itu, komoditas logam juga menunjukkan pelemahan harga. Berdasarkan data dari London Metal Exchange, harga nikel turun 2,68 persen menjadi USD 17.266 per ton.
Penurunan juga terjadi pada harga timah yang melemah hingga 4,72 persen dan berada di kisaran USD 47.059 per ton. Pergerakan harga komoditas tersebut dipengaruhi oleh dinamika pasar global serta kondisi geopolitik yang masih memicu ketidakpastian pada perdagangan energi dan logam dunia. []
Redaksi
