Harga Pangan di Cirebon Turun, Transaksi Pasar Langsung Menggeliat

CIREBON – Penurunan harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional menjadi pemicu meningkatnya aktivitas transaksi warga di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Senin (06/04/2026), setelah sebelumnya harga sempat berfluktuasi.

Berdasarkan pantauan di Pasar Pasalaran dan Pasar Sumber, komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang mengalami koreksi harga yang cukup signifikan. Harga cabai merah besar tercatat turun menjadi Rp42.750 per kilogram atau sekitar 22% dibandingkan hari sebelumnya. Cabai merah keriting juga mengalami penurunan menjadi Rp42.250 per kilogram, sementara cabai rawit hijau berada di angka Rp48.050 per kilogram setelah turun lebih dari 14%.

Meski mayoritas jenis cabai mengalami penurunan, cabai rawit merah justru menunjukkan tren sebaliknya. Komoditas ini naik tipis sekitar 1,37% menjadi Rp84.850 per kilogram akibat keterbatasan pasokan di tingkat pedagang.

Penurunan harga juga terjadi pada komoditas bawang. Bawang merah ukuran sedang turun menjadi Rp44.350 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di angka Rp39.350 per kilogram. Namun, penurunan pada komoditas ini relatif tipis, yakni di bawah 3%.

Dari sektor protein hewani, harga daging ayam ras segar mengalami penurunan cukup tajam menjadi Rp39.600 per kilogram atau turun lebih dari 10%. Sementara itu, harga daging sapi cenderung stabil dengan sedikit penurunan, yakni Rp156.950 per kilogram untuk kualitas satu dan Rp147.500 per kilogram untuk kualitas dua.

Komoditas bahan pokok lainnya relatif stabil. Harga beras kualitas bawah berada pada kisaran Rp13.550 hingga Rp14.150 per kilogram, beras medium Rp14.750 hingga Rp15.350 per kilogram, dan beras kualitas super berkisar Rp16.000 hingga Rp17.100 per kilogram. Gula pasir premium tercatat stabil di Rp19.350 per kilogram, sedangkan gula lokal naik tipis menjadi Rp18.700 per kilogram.

Harga minyak goreng, baik curah maupun kemasan, tidak mengalami perubahan berarti dengan kisaran Rp22.250 hingga Rp23.450 per kilogram. Sementara itu, telur ayam ras turun hampir 2% menjadi Rp30.450 per kilogram.

Sejumlah pedagang di Pasar Pasalaran menyebut penurunan harga dipengaruhi oleh meningkatnya pasokan dari daerah sentra produksi serta kelancaran distribusi pasca akhir pekan. Kondisi ini turut mendorong stabilitas harga di tingkat pasar.

Pedagang di Pasar Sumber menilai daya beli masyarakat tetap terjaga. Penurunan harga, terutama pada cabai dan daging ayam, dinilai mampu meningkatkan volume transaksi harian sebagaimana diberitakan Bisnis, Senin, (06/04/2026).

Dengan tren harga yang cenderung menurun dan stabil pada sejumlah komoditas, pelaku pasar berharap kondisi ini dapat bertahan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan, harga, dan daya beli masyarakat dalam beberapa waktu ke depan. []

Penulis: Hakim Baihaqi | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *