Harga Pangan Sumsel Bergerak Dinamis, Ini Komoditas Termahal
PALEMBANG – Pergerakan harga pangan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menunjukkan tren tidak seragam pada Senin (13/04/2026), dengan sejumlah komoditas utama seperti bawang putih, bawang merah, dan cabai merah justru mengalami lonjakan, sementara sebagian lainnya turun.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia (BI) per pukul 09.30 WIB, kenaikan tertinggi terjadi pada bawang putih yang naik Rp3.000 atau 7,64 persen menjadi Rp42.250 per kilogram. Disusul bawang merah yang meningkat Rp2.750 atau 6,81 persen menjadi Rp43.150 per kilogram, serta cabai merah besar yang naik Rp2.500 atau 6,94 persen menjadi Rp38.500 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada cabai merah keriting yang mencapai Rp41.650 per kilogram atau naik Rp2.250 (5,71 persen). Kondisi ini menandakan tekanan pada komoditas bumbu dapur masih berlangsung di tingkat distribusi.
Di sisi lain, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga. Cabai merah hijau turun Rp1.600 (3,28 persen) menjadi Rp47.150 per kilogram, cabai rawit merah turun Rp2.500 (0,47 persen), serta daging ayam ras turun Rp500 (1,35 persen) menjadi Rp36.650 per kilogram.
Pantauan di Pasar KM 5 Palembang memperlihatkan disparitas harga antar komoditas masih terjadi. Harga daging sapi tercatat bertahan tinggi di angka Rp150.000 per kilogram pasca Hari Raya Idulfitri, sementara komoditas lain seperti telur ayam berada di kisaran Rp26.000 per kilogram dan daging ayam ras sekitar Rp30.000 per kilogram.
Untuk komoditas cabai di pasar tersebut, harga tertinggi berada pada cabai buruh yang mencapai Rp60.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting dan cabai rawit berada di kisaran Rp40.000 per kilogram, serta cabai merah besar sekitar Rp35.000 per kilogram.
Fluktuasi harga ini mencerminkan dinamika pasokan dan permintaan yang masih berlangsung di pasar lokal. Perubahan harga yang tidak merata antar komoditas menjadi tantangan tersendiri bagi konsumen dalam mengatur pengeluaran harian.
Data ini dihimpun sebagaimana dilansir Bisnis, Senin (13/04/2026), yang mencatat pergerakan harga pangan strategis di Sumsel berdasarkan pemantauan terkini.
Ke depan, stabilitas pasokan dan distribusi menjadi faktor kunci dalam menekan lonjakan harga, khususnya pada komoditas yang berperan penting dalam kebutuhan rumah tangga sehari-hari. []
Penulis: Husnul Iga Puspita | Penyunting: Redaksi01
