HKI–SMF Perkuat Kerja Sama Industri Indonesia–Singapura
JAKARTA – Upaya memperdalam integrasi industri kawasan Asia Tenggara kembali diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) dan Singapore Manufacturing Federation (SMF). Kesepakatan strategis tersebut diteken pada 30 Januari 2026 dalam rangkaian Manufacturing Day Summit di Singapura, sebuah forum regional yang menjadi ajang pertemuan pelaku industri, asosiasi manufaktur, serta pemangku kebijakan lintas negara.
Kerja sama ini dipandang sebagai langkah konkret dalam membangun fondasi kemitraan jangka panjang antara Indonesia dan Singapura, khususnya dalam pengembangan sektor manufaktur dan kawasan industri. Melalui MoU tersebut, kedua organisasi sepakat memperluas kolaborasi yang mencakup promosi investasi, penguatan rantai pasok regional, serta percepatan transformasi industri berbasis inovasi dan teknologi.
Indonesia, sebagai salah satu pusat manufaktur utama di Asia Tenggara, memiliki peran strategis dalam ekosistem industri regional. Sektor manufaktur nasional menyumbang lebih dari 18 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dan menjadi tulang punggung ekspor, penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan industri hilir bernilai tambah tinggi. Dengan dukungan sekitar 175 kawasan industri yang tersebar di berbagai wilayah strategis, Indonesia terus memperkuat daya saingnya sebagai tujuan investasi manufaktur global.
Kolaborasi antara HKI dan SMF diarahkan untuk memaksimalkan potensi tersebut, khususnya dalam menarik investasi berkualitas dari Singapura. Selain mendorong arus modal, kemitraan ini juga menekankan pentingnya transfer teknologi, penguatan inovasi industri, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai prasyarat pembangunan manufaktur berkelanjutan.
Ketua Umum HKI, Akhmad Ma’ruf Maulana, menegaskan bahwa kerja sama ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi perusahaan Singapura untuk memanfaatkan keunggulan kawasan industri Indonesia secara optimal.
“Kemitraan ini menjadi jembatan strategis untuk menghadirkan investasi berkualitas, transfer teknologi, dan pengembangan talenta industri. HKI siap memfasilitasi perusahaan Singapura untuk tumbuh bersama di kawasan industri Indonesia yang terintegrasi, efisien, dan berdaya saing global,” kata dia dalam keterangannya ditulis Minggu (01/02/2026).
Penandatanganan MoU ini juga mendapat dukungan langsung dari pemerintah kedua negara. Kehadiran Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia serta Duta Besar RI untuk Singapura menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendorong percepatan investasi, transformasi industri, dan penciptaan lapangan kerja bernilai tambah tinggi. Dari pihak Singapura, dukungan pemerintah turut ditunjukkan melalui kehadiran perwakilan kementerian terkait.
Nota kesepahaman tersebut ditandatangani langsung oleh Akhmad Ma’ruf Maulana dan President Singapore Manufacturing Federation, Lennon Tan. Prosesi penandatanganan disaksikan oleh Wakil Menteri Perindustrian RI Faisol Riza, Duta Besar RI untuk Singapura Hotmangaradja Pandjaitan, serta Minister of State Ministry of Foreign Affairs & Ministry of Trade & Industry Singapura Gan Siow Huang.
HKI dan SMF optimistis, kerja sama ini akan menjadi landasan kuat dalam membangun ekosistem manufaktur regional yang inovatif, kompetitif, dan berkelanjutan. Sinergi ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia dan Singapura sebagai mitra strategis dalam rantai pasok industri ASEAN dan global. []
Siti Sholehah.
