Hotel Bersejarah Malioboro Hadir dengan Identitas Baru
YOGYAKARTA – Hotel bersejarah di kawasan Malioboro kini bersiap hadir dengan identitas baru melalui soft launching Grand Hotel De Djokja pada 16 Maret 2026. Perubahan nama dan konsep ini menjadi langkah pengelola untuk menghidupkan kembali nilai historis bangunan yang telah berdiri sejak awal abad ke-20 di pusat Kota Yogyakarta.
Hotel yang sebelumnya dikenal sebagai Grand Inna Malioboro dan lebih lama lagi sebagai Hotel Garuda tersebut mengalami pembaruan konsep pengelolaan tanpa meninggalkan karakter sejarahnya. Bangunan ini tercatat berdiri sejak 1911 dan mulai beroperasi pada 1912.
Manajemen hotel menyatakan perubahan identitas dilakukan sebagai upaya mengembalikan citra historis bangunan yang telah lama menjadi bagian dari sejarah kawasan Malioboro.
“Grand Hotel De Djokja ini awalnya dikenal masyarakat sebagai Grand Inna Malioboro, bahkan generasi yang lebih senior mengenalnya sebagai Hotel Garuda. Tahun 2026 ini kami melakukan soft launching pada 16 Maret dengan banyak perubahan,” ujar Maria Perwitsari, sebagaimana diwartakan Harianjogja, Rabu (11/03/2026).
Salah satu perubahan signifikan adalah pemindahan akses utama hotel yang sebelumnya berada di Jalan Malioboro menjadi melalui Jalan Abu Bakar Ali. Kebijakan ini diambil untuk membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan wisata Malioboro yang kerap dipadati pengunjung.
Selain itu, pembaruan juga dilakukan pada konsep interior bangunan. Untuk bagian heritage, pengelola berupaya mengembalikan tampilan arsitektur sesuai dengan bentuk aslinya pada masa awal berdiri.
“Bangunan heritage kami kembalikan ke wajah aslinya seperti di era 1911. Jadi nuansa sejarahnya tetap terasa,” katanya.
Namun demikian, area bangunan heritage tersebut masih menjalani proses renovasi sehingga belum seluruhnya dapat dibuka saat tahap awal operasional hotel.
Pada fase awal soft launching, pihak hotel akan membuka kamar yang berada di bangunan baru yang telah siap digunakan. Secara keseluruhan, Grand Hotel De Djokja memiliki sekitar 210 kamar, dengan sekitar 180 hingga 190 kamar di bangunan baru yang sudah dapat digunakan oleh tamu.
Kamar tersebut tersedia dalam berbagai tipe, mulai dari Deluxe, Grand Deluxe, Premier, hingga beberapa tipe suite seperti Datu Suite, Junior Suite, dan Executive Suite.
Untuk melengkapi layanan, hotel juga menghadirkan Wiji Restoran yang menyajikan menu pan-Asian. Restoran tersebut melayani sarapan bagi tamu hotel serta menyediakan menu makan siang dan makan malam.
Selama bulan Ramadan, pihak hotel juga menawarkan paket berbuka puasa atau iftar yang dapat dinikmati masyarakat umum di Yogyakarta.
“Kami juga membuka iftar untuk masyarakat Yogyakarta. Harga publiknya Rp288.000 per orang, tetapi untuk 25 pemesanan pertama kami berikan harga Rp250.000 net,” katanya.
Selain fasilitas kamar dan restoran, hotel ini juga menyediakan berbagai fasilitas lain seperti kolam renang di lantai tiga, kids club, pusat kebugaran, serta layanan spa yang saat ini masih dalam proses renovasi.
Maria menjelaskan konsep desain hotel kini lebih modern namun tetap mempertahankan sentuhan khas Indonesia melalui penggunaan material kayu serta ornamen ukiran tradisional.
“Konsepnya lebih modern, tetapi tidak meninggalkan kekhasan Indonesia. Dari sisi ukiran dan kayu yang digunakan benar-benar otentik Indonesia,” katanya.
Pengelola juga menghadirkan teknologi modern di dalam kamar, seperti sistem sensor gerak dan layar sentuh untuk meningkatkan kenyamanan tamu.
Di area bangunan heritage, nantinya akan tersedia kamar eksklusif seperti Heritage Suite dan Sudirman Suite yang memiliki nilai sejarah tinggi. Salah satu kamar bahkan berkaitan dengan sejarah perjuangan Indonesia karena pernah digunakan sebagai kantor Jenderal Sudirman pada masa Tentara Keamanan Rakyat.
“Di Sudirman Suite kami juga menyediakan ruang kerja untuk menghormati sejarah bahwa dulu ruangan ini pernah digunakan sebagai kantor Jenderal Sudirman saat masa Tentara Keamanan Rakyat,” katanya.
Bangunan heritage tersebut direncanakan memiliki sekitar 18 kamar dengan tarif mulai Rp18 juta hingga Rp20 juta per malam. Namun kamar tersebut masih dalam tahap renovasi sehingga belum tersedia untuk dipesan dalam waktu dekat.
Sementara itu, kamar yang berada di bangunan baru sudah dapat dipesan dengan tarif mulai sekitar Rp2 juta per malam melalui telepon, situs resmi hotel, maupun akun media sosial resmi hotel. []
Redaksi
