Hotel Santika Palu Hadirkan Menu Baru, Harga Mulai Rp38 Ribu

PALU – Hotel Santika Palu memanfaatkan momentum pasca-Ramadan dengan meluncurkan promo kuliner nusantara sepanjang April 2026 guna menarik minat pelanggan dan meningkatkan kunjungan ke sektor perhotelan di Kota Palu.

Program promosi ini menghadirkan dua menu utama serta satu minuman spesial yang disajikan di Topas Restaurant, area lobi hotel tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pelayanan sekaligus penguatan daya tarik kuliner lokal yang dipadukan dengan sentuhan modern.

Executive Chef Hotel Santika Palu Mesak mengatakan, salah satu menu unggulan yang ditawarkan adalah Sate Buntel yang telah dimodifikasi dari resep aslinya. “Buntel itu artinya dikepal, aslinya dari Solo menggunakan daging kambing. Di sini kami modifikasi menggunakan daging sapi dan ayam. Hampir mirip sama sate lilit yang menggunakan daging ikan, hanya saja sate lilit rempahnya banyak. Untuk sate buntel ini, kami cukup menggunakan garam, merica dan sedikit perasa,” tuturnya, sebagaimana diberitakan Mercusuar, Kamis (09/04/2026).

Menu tersebut dibanderol Rp55.000 per porsi, dengan cita rasa khas hasil proses pembakaran hingga menghasilkan aroma smoky. Selain itu, hotel juga menyajikan Kakap Masak Lemak Daun Selasih yang terinspirasi dari kuliner Melayu dan Padang, Sumatera Barat.

“Masakan ini hampir mirip gulai kakap yang dari Padang. Kami menggunakan ikan kakap warna merah, yang dagingnya sangat lembut jika dimasak,” kata Mesak.

Hidangan berbahan dasar ikan kakap merah tersebut dimasak menggunakan santan sehingga menghasilkan kuah kuning kaya rempah, dan ditawarkan seharga Rp65.000 per porsi termasuk nasi.

Tak hanya makanan, Hotel Santika Palu juga menghadirkan minuman Golden Mocha, perpaduan kopi dengan lapisan rasa moka dan saus karamel, yang dijual Rp38.000 per gelas.

Promo kuliner ini hanya tersedia selama April 2026. Manajemen hotel berharap inovasi menu tersebut dapat meningkatkan pengalaman pelanggan sekaligus memperkuat daya saing sektor kuliner hotel di Palu. []

Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *