Ibu Rumah Tangga Terluka Parah Akibat Ledakan Gas di Jakbar

JAKARTA – Warga Grogol Petamburan, Jakarta Barat, dikejutkan oleh insiden ledakan hebat yang terjadi di sebuah rumah tinggal di Jalan Jelambar III pada Rabu (07/01/2025) pagi. Ledakan tersebut diduga kuat dipicu oleh kebocoran gas dari tabung elpiji ukuran 12 kilogram yang telah berlangsung selama berjam-jam di dalam rumah. Akibat kejadian itu, seorang ibu rumah tangga bernama Venny Hermawati (41) mengalami luka bakar serius hingga hampir ke seluruh tubuhnya.

Peristiwa tersebut terjadi di lingkungan permukiman padat penduduk dan menimbulkan kepanikan warga sekitar. Suara ledakan terdengar cukup keras dan menyebabkan kerusakan parah pada bagian depan serta dalam rumah korban. Puing-puing bangunan bahkan berserakan hingga ke badan jalan.

Ketua RT 14 RW 07, Wenny Trisuarni, mengungkapkan bahwa korban terpental keluar rumah akibat kuatnya ledakan. Kondisi korban saat ditemukan sangat memprihatinkan dengan luka bakar di hampir seluruh bagian tubuhnya.

“Dari saksi pertama yang lihat, itu ada korban yang terlempar keluar dengan kondisi seluruh badan kena luka ledakan dan bau gas,” kata Ketua RT 14 RW 07, Wenny Trisuarni, Rabu (07/01/2026).

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, korban mengalami luka bakar hingga sekitar 80 persen di sekujur tubuhnya. Kondisi tersebut diperparah karena pakaian yang dikenakan korban ikut terbakar dan robek akibat ledakan.

“Kalau kondisi terakhir, (informasi) dari keluarga (korban mengalami luka) sekitar 80 persen. Itu kondisinya, karena bajunya itu sudah sampai robek-robek,” ujar Wenny.

Warga sekitar segera memberikan pertolongan pertama dan membawa korban ke Rumah Sakit Royal Taruma menggunakan mobil pribadi. Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif akibat luka bakar berat yang dideritanya.

Wenny menjelaskan bahwa berdasarkan dugaan awal, tabung gas tidak meledak secara langsung. Ledakan terjadi akibat akumulasi gas bocor yang memenuhi ruangan rumah dalam kondisi tertutup tanpa ventilasi memadai sejak malam hari.

“Sebenarnya tabungnya itu nggak meledak. Gasnya itu 12 kilo. Dari Damkar dugaannya karena bau gas yang menyengat banget. Gas itu sudah semalaman bocor, karena ruangan tertutup, tidak ada ventilasi,” katanya.

Ia menambahkan, ledakan kemungkinan terjadi saat korban mulai beraktivitas di pagi hari, meskipun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

“Namanya ibu-ibu, pasti mau menyiapkan makanan. Kemungkinan itu dia ada aktivitas, tapi ini baru dugaan karena korban juga lagi luka parah,” katanya.

Selain rumah korban, dua rumah lain yang berada di sekitar lokasi kejadian turut terdampak. Beberapa bagian bangunan mengalami retak dan kerusakan akibat tekanan ledakan. Aparat kelurahan bersama petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) segera melakukan pembersihan material bangunan yang runtuh agar tidak membahayakan pengguna jalan dan warga sekitar.

Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap penggunaan tabung gas elpiji di rumah. Warga diimbau untuk rutin memeriksa kondisi tabung, selang, dan regulator, serta memastikan sirkulasi udara yang baik di dalam rumah guna mencegah terjadinya penumpukan gas yang berpotensi memicu ledakan. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *