Ibu Terluka, Anak Tewas dalam Aksi Perampokan di Boyolali
BOYOLALI — Peristiwa kejahatan dengan kekerasan kembali mengguncang rasa aman masyarakat. Sebuah rumah warga di Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, menjadi lokasi perampokan brutal yang berujung pada hilangnya nyawa seorang anak. Insiden ini menyisakan duka mendalam sekaligus memicu kekhawatiran warga sekitar.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis sore (29/01/2026), ketika situasi lingkungan masih dalam kondisi relatif normal. Warga setempat mendadak gempar setelah diketahui adanya tindak pencurian dengan kekerasan di salah satu rumah di Dukuh Pengkol.
“Ya hari ini tadi sekitar pukul 15.45 WIB, di Dukuh Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, telah terjadi pencurian dengan kekerasan,” kata Kapolsek Karanggede AKP Suramto Widodo kepada wartawan di lokasi kejadian, Kamis (29/01/2026).
Begitu menerima laporan dari warga, aparat kepolisian langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara. Garis polisi segera dipasang untuk mengamankan area dan mencegah warga berkerumun. Petugas juga melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengumpulkan barang bukti serta menelusuri jejak pelaku.
Dalam kejadian tersebut, polisi memastikan terdapat dua korban. Seorang anak ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di lokasi, sementara ibunya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis intensif.
“Korban ada dua, yang satu anak-anak meninggal dunia di TKP, sedangkan yang satu Ibu kandungnya anak tadi, sekarang dirawat di rumah sakit,” jelasnya.
Korban luka diketahui bernama Daryanti (29), sementara anaknya yang meninggal dunia berinisial AO (5). Hingga kini, kondisi sang ibu masih dalam penanganan pihak rumah sakit, sedangkan jenazah korban anak telah dievakuasi untuk proses selanjutnya.
Suasana duka menyelimuti lingkungan tempat tinggal korban. Warga mengaku terkejut karena wilayah tersebut dikenal relatif tenang dan jarang terjadi tindak kriminal berat. Beberapa warga bahkan mengaku masih tidak percaya bahwa peristiwa tragis itu terjadi di lingkungan mereka.
Pihak kepolisian belum mengungkap secara rinci modus yang digunakan pelaku maupun barang-barang yang diduga menjadi sasaran perampokan. Namun, penyidik menegaskan bahwa kasus ini akan ditangani secara serius mengingat adanya korban jiwa, terlebih korban merupakan anak di bawah umur.
Petugas juga masih mendalami kemungkinan pelaku lebih dari satu orang serta menelusuri apakah ada saksi yang melihat aktivitas mencurigakan sebelum kejadian. Sejumlah warga telah dimintai keterangan guna membantu proses penyelidikan.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan lingkungan, serta segera melaporkan apabila melihat orang asing atau aktivitas yang mencurigakan di sekitar tempat tinggal. Langkah preventif dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Tragedi ini menjadi pengingat keras akan pentingnya keamanan lingkungan dan solidaritas warga. Aparat diharapkan dapat segera mengungkap pelaku serta motif di balik aksi keji tersebut agar keadilan bagi korban dan keluarganya dapat ditegakkan. []
Siti Sholehah.
