IHSG Bergerak di Zona Rawan, Ini Rekomendasi Saham Hari Ini

JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih diliputi ketidakpastian pada perdagangan Selasa (07/04/2026), di tengah tekanan sentimen global dan domestik yang membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati meski peluang penguatan tetap terbuka.

Analis menilai IHSG berpotensi bergerak dalam rentang 6.917 hingga 7.302, setelah sebelumnya ditutup melemah 0,53 persen ke level 6.989,43 pada Senin (06/04/2026). Tekanan jual masih mendominasi, seiring meningkatnya kehati-hatian investor dalam merespons dinamika pasar.

Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, secara teknikal IHSG masih berada dalam fase koreksi lanjutan. “Best case IHSG sudah menyelesaikan wave A pada label biru, sehingga akan melanjutkan penguatan ke 7.323-7.450,” ujarnya, sebagaimana dilansir Liputan6, Selasa (07/04/2026).

Ia menjelaskan, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A, sehingga berpotensi melemah ke kisaran 6.745–6.849. Adapun level support berada di 6.917 dan 6.846, sedangkan resistance di 7.207 hingga 7.302.

Sementara itu, riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG cenderung bergerak melemah terbatas dengan rentang support dan resistance di 6.920–7.240.

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah saham direkomendasikan analis untuk dicermati. Pilarmas merekomendasikan saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Petrosea Tbk (PTRO), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). Sementara Herditya memilih PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM).

Untuk strategi perdagangan, beberapa saham dinilai menarik dengan pendekatan buy on weakness maupun speculative buy. Misalnya, saham BKSL direkomendasikan pada kisaran 104–107 dengan target harga 113 dan 119, serta stoploss di bawah 103. Sedangkan BRPT disarankan pada kisaran 1.160–1.255 dengan target harga hingga 1.890.

Tekanan terhadap IHSG tidak hanya berasal dari faktor teknikal, tetapi juga dipengaruhi sentimen global. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi salah satu faktor utama yang mendorong sikap defensif investor.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, bursa saham Asia bergerak bervariasi akibat meningkatnya kewaspadaan pasar. “Bursa Asia bergerak mixed seiring investor mulai bersikap hati-hati terhadap perkembangan di Timur Tengah,” ujarnya.

Di sisi domestik, kondisi fiskal juga menjadi perhatian. Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada kuartal I-2026 tercatat mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Peningkatan belanja negara yang signifikan belum sepenuhnya diimbangi oleh penerimaan, terutama dari sektor kepabeanan dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Sepanjang perdagangan sebelumnya, IHSG bergerak di zona merah dengan mayoritas sektor melemah. Dari 11 sektor, hanya empat yang mencatatkan penguatan, sementara tujuh lainnya mengalami tekanan, dengan sektor barang konsumen primer mencatat penurunan terdalam.

Aktivitas perdagangan menunjukkan tingginya volatilitas, dengan frekuensi transaksi mencapai 1,66 juta kali dan nilai transaksi sebesar Rp15,24 triliun. Sebanyak 412 saham melemah, melampaui 255 saham yang menguat, mencerminkan dominasi tekanan jual di pasar.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan IHSG dalam jangka pendek masih sangat bergantung pada perkembangan sentimen global dan stabilitas domestik, sehingga pelaku pasar diimbau tetap selektif dan cermat dalam mengambil keputusan investasi. []

Penulis: Agustina Melani | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *