IHSG Dibayangi Tekanan Global, Analis Prediksi Masih Melemah

JAKARTA – Tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berlanjut pada perdagangan Rabu (25/03/2026) pascalibur panjang Idulfitri, seiring dominannya sentimen global negatif dan sikap risk-off investor di tengah ketidakpastian geopolitik.

Berdasarkan analisis Tim Analis BRI Danareksa Sekuritas, IHSG berpotensi bergerak dalam rentang terbatas dengan kecenderungan melemah, yakni pada level support 6.950–7.000 dan resistance 7.135–7.200. Kondisi ini mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar setelah akumulasi sentimen global selama periode libur 18–24 Maret 2026.

“Kondisi risk-off masih dominan, tecermin dari volatilitas harga komoditas, seperti emas, minyak, dan gas alam, serta pelemahan bursa saham regional, khususnya di kawasan Asia,” tulis analis dalam risetnya, sebagaimana dilansir Bisnis, Rabu, (25/03/2026).

Tekanan terhadap IHSG tidak lepas dari dinamika geopolitik global yang belum stabil. Wacana gencatan senjata serta penundaan serangan terhadap pusat energi Iran oleh Amerika Serikat (AS) selama lima hari disebut belum memberikan kepastian, bahkan dibantah oleh pihak Iran. Situasi ini memicu ketidakpastian di pasar keuangan global.

Pada perdagangan terakhir sebelum libur Lebaran, Selasa (17/03/2026), IHSG ditutup menguat 1,2% ke level 7.016. Namun secara year-to-date (YtD), indeks masih terkoreksi cukup dalam hingga 17,81%, menunjukkan tekanan jangka menengah yang belum sepenuhnya mereda.

Dalam kondisi pasar yang berfluktuasi, analis BRI Danareksa Sekuritas tetap memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dinilai memiliki peluang teknikal. Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, merekomendasikan saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE).

ITMG dinilai masih berada dalam tren naik (uptrend) yang kuat meskipun tengah mengalami fase konsolidasi di area atas. Saham ini direkomendasikan beli pada kisaran Rp27.000–Rp28.000 dengan support di Rp25.900–Rp26.800. Jika mampu menembus Rp28.325, harga berpotensi melanjutkan penguatan hingga Rp29.750. “Sebulan terakhir, ITMG adalah salah satu emiten yang paling banyak diborong oleh investor asing sebesar Rp794,49 miliar,” tulisnya.

Sementara itu, PGAS disebut mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah penurunan tajam, dengan support kuat di Rp1.885–Rp1.935. Jika mampu menembus resistance Rp2.050, saham ini berpotensi menguat ke Rp2.150, dengan rekomendasi beli di kisaran Rp1.950–Rp1.980.

Adapun saham FORE dinilai telah keluar dari fase sideways dan memasuki awal tren kenaikan setelah didorong volume transaksi yang meningkat. “Saat ini harga sedang pullback sehat setelah breakout— selama bertahan di atas Rp498 (support), tren masih bullish.” Dia memperkirakan terdapat potensi beli saham FORE di kisaran Rp500–Rp505 pada hari ini.

Dengan kondisi global yang masih bergejolak, pergerakan IHSG diperkirakan akan tetap sensitif terhadap sentimen eksternal. Investor diimbau untuk mencermati level teknikal serta dinamika pasar global sebelum mengambil keputusan investasi dalam jangka pendek. []

Penulis: Ana Noviani  Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *