IHSG Rebound Sementara, Tekanan Masih Ada
JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menghadapi tekanan koreksi pada perdagangan Kamis (02/04/2026) menjelang libur panjang Paskah, meskipun sebelumnya sempat menguat ke level 7.184 pada penutupan Rabu (01/04/2026).
Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai posisi IHSG saat ini masih berada dalam fase teknikal yang rawan terkoreksi, dengan potensi penurunan ke kisaran 6.745 hingga 6.849.
“Best case IHSG sudah menyelesaikan wave A pada label biru, sehingga akan melanjutkan penguatan ke 7.450-7.675,” kata Herditya sebagaimana dilansir Liputan6, Kamis (02/04/2026).
Ia menjelaskan bahwa secara teknikal, IHSG berada dalam struktur wave (v) dari wave [c] dari wave A, yang mengindikasikan potensi volatilitas tinggi dalam jangka pendek. Untuk perdagangan hari ini, level support berada di 7.022 dan 6.917, sedangkan level resistance di kisaran 7.302 hingga 7.434.
Sementara itu, riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksikan IHSG masih memiliki peluang bergerak dalam rentang 7.000 hingga 7.240, dengan kecenderungan penguatan terbatas.
Rekomendasi saham pun mulai disusun sebagai strategi menghadapi potensi fluktuasi pasar. PT Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA).
Adapun Herditya merekomendasikan saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) dengan pendekatan buy on weakness.
“Buy on Weakness: 1.425-1.480
Target Price: 1.625, 1.720
Stoploss: below 1.405”
“Buy on Weakness: 294-300
Target Price: 316, 346
Stoploss: below 282”
“Buy on Weakness: 468-486
Target Price: 545, 595
Stoploss: below 448”
“Buy on Weakness: 262-276
Target Price: 306, 350
Stoploss: below 250”
Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 1,93 persen ke level 7.184,43 pada perdagangan Rabu (01/04/2026), didorong aksi beli investor yang memanfaatkan momentum rebound setelah tekanan sebelumnya.
Pengamat pasar modal Reydi Octa menilai penguatan tersebut lebih bersifat teknikal dan belum mencerminkan perubahan fundamental yang kuat.
“Namun, saya melihat penguatan ini masih bersifat terbatas dan rentan volatilitas, karena faktor eksternal dan arus dana asing masih akan menjadi penentu utama arah IHSG ke depan,” kata dia.
Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan masih menunjukkan dinamika tinggi dengan dominasi sektor industri, consumer siklikal, dan basic materials yang mencatatkan penguatan signifikan.
Pelaku pasar diharapkan tetap mencermati sentimen global serta pergerakan dana asing dalam menentukan strategi investasi di tengah potensi volatilitas menjelang periode libur panjang. []
Penulis: Agustina Melani | Penyunting: Redaksi01
