IHSG Terpukul Sentimen Global, Investor Diminta Waspada

JAKARTA – Tekanan eksternal global dan pelemahan nilai tukar rupiah menahan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di zona negatif pada penutupan perdagangan Senin, 30 Maret 2026. Indeks tercatat melemah tipis 0,08 persen atau turun 5,38 poin ke level 7.091,67, dipicu aksi jual investor asing serta meningkatnya ketidakpastian pasar.

Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya tekanan di pasar keuangan domestik, di mana investor asing mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp686 miliar. Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terdepresiasi hingga menyentuh Rp17.014 per dolar AS, memperkuat sentimen negatif di pasar saham.

Vice President (VP) Equity Retail Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, menilai pelemahan rupiah menjadi faktor utama yang memicu kehati-hatian pelaku pasar. Ia menyebut sentimen global masih menjadi penentu utama arah pergerakan IHSG.

Sementara itu, analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyoroti bahwa tekanan juga datang dari pelemahan bursa regional Asia yang dipengaruhi konflik geopolitik di Timur Tengah. Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga komoditas energi dan meningkatkan kekhawatiran inflasi global.

Kenaikan harga minyak mentah jenis Brent ke level tertinggi sejak 2022 turut memperbesar risiko tekanan inflasi yang berpotensi memengaruhi kebijakan suku bunga global. Situasi ini membuat investor cenderung menghindari aset berisiko, termasuk saham di pasar negara berkembang.

Untuk perdagangan Selasa, 31 Maret 2026, pergerakan IHSG diperkirakan masih fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas. Level dukungan (support) diproyeksikan berada di kisaran 6.970 hingga 7.053, sementara batas atas (resistance) berada di rentang 7.118 hingga 7.198.

“Sentimen eksternal masih dominan, sehingga pergerakan IHSG berpotensi bergerak variatif dengan kecenderungan terbatas,” ujar pelaku pasar, sebagaimana dilansir Investasi, Selasa, (31/03/2026).

Di tengah kondisi tersebut, analis merekomendasikan sejumlah saham yang berpotensi dicermati investor. Saham AGII diproyeksikan bergerak pada kisaran Rp3.600 hingga Rp3.780 per lembar, ESSA di rentang Rp805 hingga Rp830, serta PTBA dengan target harga Rp3.220 hingga Rp3.300 per lembar saham.

Tekanan global yang belum mereda membuat pelaku pasar diharapkan tetap waspada dan selektif dalam mengambil keputusan investasi, sembari menunggu kepastian arah kebijakan ekonomi global ke depan. []

Penulis: Rina Kartika | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *