IHSG Tertekan, Analis Rekomendasikan Saham Pilihan

JAKARTA – Tekanan jual yang masih mendominasi pasar membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan Senin (30/03/2026), dengan investor disarankan mencermati peluang akumulasi selektif di tengah volatilitas.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG ditutup melemah 0,94 persen ke level 7.097,05 pada Jumat (27/03/2026). Secara tahun berjalan (year-to-date (ytd)), indeks bahkan telah turun 17,92 persen, mencerminkan tekanan signifikan di pasar saham domestik.

Tim Analis MNC Sekuritas menilai posisi IHSG saat ini masih berada dalam fase koreksi lanjutan secara teknikal.

“Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A pada label hitam sehingga IHSG masih rawan terkoreksi ke area 6.745-6.887. Best case IHSG sudah menyelesaikan wave A pada label biru, sehingga akan melanjutkan penguatan ke 7.450-7.779,” paparnya dalam riset harian, sebagaimana diberitakan Bisnis, Senin (30/03/2026).

Pada perdagangan awal pekan, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support di level 7.057 dan 6.917 serta resistance di kisaran 7.374 hingga 7.527. Kondisi ini membuka peluang strategi buy on weakness bagi investor pada saham-saham tertentu.

MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham untuk dicermati, di antaranya PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Saham CUAN tercatat menguat 2,22 persen ke level 1.150, namun masih berada dalam tekanan jual. Rekomendasi buy on weakness berada di kisaran 1.040–1.125 dengan target harga 1.475 hingga 1.745 dan batas stop loss di bawah 995.

Sementara itu, DSNG naik 4,58 persen ke level 1.600 dengan dukungan volume pembelian. Saham ini direkomendasikan untuk buy on weakness di area 1.560–1.590 dengan target 1.670 hingga 1.745 dan stop loss di bawah 1.530.

Adapun UNTR terkoreksi 0,65 persen ke level 30.600 dan masih dibayangi tekanan jual. Rekomendasi pembelian berada pada rentang 29.475–30.350 dengan target harga 31.300 hingga 32.000 serta stop loss di bawah 29.075.

Di sisi lain, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) direkomendasikan untuk strategi sell on strength di kisaran 1.470–1.520, seiring potensi lanjutan koreksi menuju level 1.160–1.345.

Secara keseluruhan, pelaku pasar dihadapkan pada kondisi ketidakpastian yang masih tinggi, sehingga pendekatan selektif dan disiplin dalam manajemen risiko menjadi kunci dalam mengambil keputusan investasi di tengah tren pelemahan IHSG saat ini. []

Penulis: Ana Noviani | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *