Industri Semen Lesu, SIG Tetap Bukukan Laba Rp191 Miliar

JAKARTA – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) tetap mencatatkan laba sebesar Rp191 miliar sepanjang 2025 di tengah perlambatan industri bahan bangunan, ditopang strategi efisiensi, ekspansi pasar, dan transformasi bisnis yang berkelanjutan.

Kinerja tersebut mencerminkan ketahanan perusahaan dalam menghadapi tekanan permintaan domestik, dengan total pendapatan mencapai Rp35,24 triliun berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni menegaskan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan transformasi bisnis.

“Transformasi yang kami jalankan membuat SIG lebih adaptif dan berdaya saing, sehingga mampu mempertahankan profitabilitas di tengah kondisi industri yang melambat,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Suarapubliknews, Jumat, (10/04/2026).

SIG mengandalkan tiga pilar utama dalam menjaga kinerja, yakni penguatan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi portofolio produk. Strategi ini mulai memberikan dampak positif pada paruh kedua 2025 dengan adanya perbaikan penjualan domestik.

Selain pasar dalam negeri, kinerja perusahaan juga ditopang peningkatan penjualan regional yang mencapai 7,95 juta ton atau tumbuh 14,3 persen secara tahunan, menunjukkan diversifikasi pasar sebagai langkah antisipasi terhadap stagnasi permintaan domestik.

Dari sisi operasional, perusahaan berhasil meningkatkan efisiensi melalui penerapan operational excellence. Hal ini tercermin dari penurunan beban pokok pendapatan sebesar 0,3 persen dan beban usaha sebesar 1,1 persen. Sementara itu, biaya keuangan bersih turun signifikan hingga 32,7 persen.

Untuk memperkuat pertumbuhan, SIG menyiapkan ekspansi melalui pengembangan fasilitas ekspor di Tuban, Jawa Timur. Perusahaan menargetkan ekspor mulai berjalan pada pertengahan 2026 dengan kapasitas 500 ribu hingga 1 juta ton semen per tahun, sebagai bagian dari kerja sama strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation.

Di sisi keberlanjutan, SIG juga mencatat kemajuan dengan menurunkan intensitas emisi gas rumah kaca hingga 21 persen dibandingkan baseline 2010. Upaya ini didukung pemanfaatan bahan bakar alternatif, energi terbarukan, serta teknologi seperti panel surya dan waste heat recovery.

Dengan kombinasi strategi efisiensi, inovasi, dan ekspansi pasar, SIG optimistis mampu menjaga kinerja positif sekaligus memperkuat daya saing di tengah dinamika industri bahan bangunan yang masih menantang. []

Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *