Insiden Senjata Api di Sekolah, Dua Korban Jalani Operasi
JAKARTA – Insiden penembakan mengguncang sebuah sekolah di wilayah selatan Thailand pada Rabu (11/02/2026). Peristiwa yang terjadi di Sekolah Phatong Prathan Khiriwat itu mengakibatkan tiga orang mengalami luka-luka, termasuk dua remaja. Aparat kepolisian setempat bergerak cepat dan berhasil melumpuhkan serta menangkap pelaku di lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut terjadi pada jam aktivitas sekolah masih berlangsung. Situasi mendadak berubah mencekam ketika seorang pria yang belum diketahui identitasnya memasuki area gedung sekolah dengan membawa senjata api. Sejumlah saksi menyebut pelaku tampak gelisah sebelum akhirnya terdengar suara letusan senjata sebanyak tiga kali.
Otoritas keamanan Thailand mengonfirmasi bahwa tersangka telah diamankan. “Polisi menembak tersangka dalam penembakan di Hat Yai,” kata Biro Investigasi Pusat Thailand dilansir AFP, Rabu (11/02/2026). Pernyataan itu menegaskan bahwa aparat mengambil tindakan tegas untuk menghentikan ancaman di lingkungan pendidikan tersebut.
Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand melaporkan bahwa dua korban yang mengalami luka serius saat ini tengah menjalani tindakan operasi. Salah satunya merupakan seorang remaja berusia 14 tahun, sementara korban lainnya adalah seorang perempuan dewasa. Kondisi keduanya masih dalam penanganan tim medis.
Selain itu, seorang anak lainnya dilaporkan mengalami cedera di bagian pergelangan kaki. Luka tersebut terjadi setelah korban terjatuh saat berusaha menyelamatkan diri dari situasi panik. “Seorang anak lainnya mengalami cedera pergelangan kaki setelah mereka “jatuh dari ketinggian”, kata Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand dalam sebuah pernyataan.
Hingga kini, motif pelaku belum diungkap secara resmi. Identitasnya pun masih dalam proses penyelidikan oleh kepolisian nasional Thailand. Aparat masih mendalami latar belakang serta kemungkinan adanya faktor lain yang melatarbelakangi aksi tersebut.
Seorang administrator sekolah yang berada di lokasi saat kejadian sempat dihubungi oleh AFP. Namun, ia mengaku terlalu takut untuk memberikan keterangan lebih lanjut sebelum akhirnya menutup sambungan telepon. Situasi di sekitar sekolah sempat dipenuhi kepanikan sebelum akhirnya berhasil dikendalikan aparat keamanan.
Insiden ini menambah daftar kasus kekerasan bersenjata yang terjadi di fasilitas pendidikan, memicu kekhawatiran publik mengenai keamanan sekolah. Pemerintah Thailand diperkirakan akan melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan di lingkungan pendidikan guna mencegah kejadian serupa terulang.
Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Sementara itu, penyelidikan intensif terus dilakukan untuk memastikan kronologi lengkap peristiwa serta kemungkinan adanya unsur lain di balik aksi penembakan tersebut. []
Siti Sholehah.
