Jambu Citra Madu Kusuma Pacu Perekonomian Warga

KUTAI KARTANEGARA – Perkebunan rakyat di Desa Giri Agung, Kecamatan Sebulu, menunjukkan potensi besar sebagai penggerak ekonomi lokal. Di RT 13 desa ini, seorang petani bernama Hadi membuktikan bahwa sektor pertanian buah bernilai tinggi mampu menjadi sumber penghasilan menjanjikan bagi masyarakat, jika dikelola secara serius dan berkelanjutan.

Hadi, yang juga menjabat Ketua RT, telah puluhan tahun menekuni dunia pertanian dan perkebunan. Berbekal pengalaman panjang itu, ia memilih untuk tidak menikmati hasil kebunnya seorang diri. Lahan yang dimilikinya justru dibuka sebagai tempat belajar bagi warga sekitar yang ingin mengembangkan usaha pertanian.

“Ilmu bertani itu akan lebih bermanfaat kalau dibagikan. Saya ingin warga di sini bisa sama-sama merasakan hasilnya, bukan hanya saya sendiri,” ujar Hadi saat ditemui di kebunnya, Rabu (31/12/2025).

Di kebunnya, Hadi menanam beragam jenis buah bernilai ekonomi tinggi, seperti jambu air citra, jambu kristal, belimbing madu, jeruk santang madu, dan alpukat. Dari sejumlah komoditas tersebut, jambu air citra menjadi unggulan. Satu pohon jambu air citra mampu menghasilkan hingga 100 kilogram buah dalam sekali panen, dengan kualitas yang diminati pasar.

“Kalau perawatannya benar, satu pohon bisa panen sampai seratus kilogram. Itu yang membuat jambu citra ini sangat potensial untuk dikembangkan oleh warga,” jelasnya.

Jambu air citra madu Kusuma kini menjadi primadona baru di Desa Giri Agung. Selain rasanya manis dan ukuran buahnya besar, tanaman ini relatif mudah dibudidayakan, termasuk bagi petani pemula. Hal ini mendorong semakin banyak warga RT 13 dan sekitarnya menanam jambu citra, baik di kebun maupun pekarangan rumah.

Warga mengakui peran Hadi cukup signifikan dalam mendorong perubahan pola bertani. Ia tidak hanya memberi contoh, tetapi juga aktif mendampingi proses penanaman hingga panen. Hasilnya, sejumlah warga mulai merasakan tambahan penghasilan dari penjualan buah.

“Harapan saya sederhana, pertanian di desa ini bisa menjadi sumber ekonomi yang kuat. Kalau dikelola bersama, hasilnya bisa untuk kesejahteraan banyak orang,” kata Hadi.

Keberhasilan Hadi menunjukkan bahwa kepemimpinan di tingkat akar rumput dapat berperan strategis dalam pembangunan ekonomi desa. Dengan memanfaatkan potensi lokal dan semangat berbagi, sektor pertanian tidak hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga peluang usaha yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Giri Agung. []

Penulis: Anggi  Triomi | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *