Jasad Tanpa Identitas Terdampar di Rangsang Pesisir, Diduga Terbawa Arus Laut

MERANTI – Penemuan jasad pria tanpa identitas di wilayah perairan Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, mengundang perhatian warga sekaligus aparat penegak hukum. Peristiwa tersebut menambah daftar kasus penemuan mayat di kawasan pesisir yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar terkait identitas maupun penyebab kematian korban.

Mayat pria tersebut ditemukan warga pada Jumat (02/01/2026) sekitar pukul 11.00 WIB di bawah pelantaran Jalan Pelantar, Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang Pesisir. Lokasi penemuan berada di kawasan pesisir terbuka yang sehari-hari digunakan masyarakat untuk aktivitas transportasi laut dan perikanan. Warga yang melihat jasad dalam kondisi mencurigakan segera melaporkan temuan itu kepada pihak kepolisian setempat.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Polisi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal serta mengamankan area sekitar guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

“Korban ditemukan dalam keadaan telentang dengan menggunakan pakaian bertuliskan ‘Tower Transit’. Pada saat pengecekan tubuh korban dalam keadaan kaku,” kata Aldi dalam keterangannya, Sabtu (03/01/2026).

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi tidak menemukan kartu identitas maupun dokumen pribadi pada tubuh korban. Kondisi jasad yang telah mengalami kekakuan membuat proses identifikasi awal menjadi sulit, terutama pada bagian wajah korban yang sudah sulit dikenali.

“Diduga korban telah meninggal dunia beberapa waktu sebelum ditemukan dan diduga berasal dari perairan sekitar atau wilayah lain yang terbawa arus laut,” jelasnya.

Pihak kepolisian menduga kuat jasad tersebut terbawa arus sebelum akhirnya terdampar di kawasan pelantaran Desa Tanjung Kedabu. Wilayah perairan Kecamatan Rangsang Pesisir sendiri dikenal sebagai jalur laut terbuka yang menghubungkan sejumlah kawasan pesisir di Riau dan sekitarnya. Kondisi arus laut yang cukup kuat memungkinkan jasad terbawa dari lokasi yang cukup jauh.

Saat ini, polisi masih berupaya menelusuri identitas korban dengan mengumpulkan berbagai informasi pendukung, termasuk ciri-ciri pakaian yang dikenakan korban saat ditemukan. Aparat juga berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk instansi pelabuhan dan masyarakat setempat, untuk mencari kemungkinan adanya laporan orang hilang yang sesuai dengan ciri korban.

“Kami juga masih menyelidiki penyebab kematian korban apakah korban tindak pidana atau murni kecelakaan,” ungkapnya.

Selain itu, polisi tidak menutup kemungkinan bahwa korban merupakan korban kecelakaan laut atau peristiwa tenggelam. Namun, opsi adanya unsur tindak pidana juga tetap dipertimbangkan hingga hasil penyelidikan dan pemeriksaan lanjutan selesai dilakukan.

Budi menambahkan wilayah pesisir Kecamatan Rangsang merupakan jalur perairan terbuka yang rawan terhadap kejadian orang tenggelam, kecelakaan laut, maupun kemungkinan korban kriminalitas yang dibuang ke laut.

Hingga kini, jasad korban masih berada dalam penanganan pihak berwenang untuk proses identifikasi lebih lanjut. Polisi mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau mengenali ciri-ciri korban agar segera melapor ke Polres Kepulauan Meranti guna membantu proses pengungkapan identitas dan penyebab kematian korban. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *