Jelang Kongres Partai, Korut Tegaskan Penguatan Nuklir
JAKARTA – Korea Utara kembali mengirimkan sinyal tegas kepada komunitas internasional terkait arah kebijakan militernya. Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menyatakan akan mengumumkan langkah lanjutan dalam pengembangan program nuklir negaranya pada kongres Partai Buruh Korea yang akan digelar dalam waktu dekat.
Pernyataan tersebut disampaikan Kim Jong Un saat mengawasi langsung uji coba sistem persenjataan strategis, termasuk rudal balistik, sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP, Rabu (28/01/2026). Kongres partai yang akan digelar itu disebut sebagai agenda penting, mengingat merupakan pertemuan besar pertama dalam kurun lima tahun terakhir.
Pertemuan kongres tersebut, menurut Kim, “akan mengklarifikasi rencana tahap selanjutnya untuk lebih memperkuat pencegahan perang nuklir negara itu.” Pernyataan ini menegaskan bahwa Pyongyang tetap memandang pengembangan kekuatan nuklir sebagai instrumen utama pertahanan nasional di tengah meningkatnya tekanan geopolitik kawasan.
Kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, melaporkan bahwa Kim Jong Un didampingi sejumlah pejabat senior saat menyaksikan uji tembak peluncur roket multi-laras “kaliber besar”. Dalam uji coba tersebut, sistem persenjataan itu menembakkan empat rudal ke sasaran laut.
Meski mengakui bahwa proses pengembangan sistem peluncur roket tersebut “tidak berjalan mulus”, Kim menegaskan bahwa uji coba yang digelar pada Selasa (27/01/2026) memiliki nilai strategis yang tinggi. Ia menyebut uji coba tersebut “sangat penting dalam meningkatkan efektivitas pencegahan strategis kita”.
Kim juga mengklaim bahwa roket-roket yang ditembakkan berhasil “mengenai sasaran” di perairan sejauh 358,5 kilometer. Klaim tersebut memperkuat pesan bahwa Korea Utara terus berupaya meningkatkan presisi dan daya jangkau sistem persenjataannya.
Sementara itu, Jepang melaporkan bahwa rudal balistik tersebut ditembakkan ke arah Laut Jepang. Dua di antaranya disebut mendarat di luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang, sebagaimana disampaikan kantor berita Jiji Press yang mengutip sumber Kementerian Pertahanan Jepang.
Menanggapi kecaman internasional, Kim Jong Un mengeluarkan pernyataan bernada keras. Ia menyebut bahwa “hasil dan signifikansi uji coba ini akan menjadi sumber penderitaan mental yang luar biasa dan ancaman serius bagi kekuatan-kekuatan yang mencoba memprovokasi konfrontasi militer dengan kita.”
Pemerintah Jepang secara terbuka mengutuk aksi peluncuran rudal tersebut. Tokyo menilai uji coba itu melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mengancam stabilitas kawasan. Seperti dilaporkan Kyodo News Service, Jepang menyatakan langkah Korea Utara tersebut merupakan ancaman nyata bagi perdamaian dan keamanan regional, termasuk bagi wilayah Jepang sendiri.
Pernyataan Kim Jong Un menjelang kongres partai ini dinilai sebagai sinyal politik dan militer yang kuat. Selain untuk konsumsi domestik, pengumuman tersebut dipandang sebagai pesan strategis kepada negara-negara yang selama ini menekan Pyongyang agar menghentikan program nuklir dan rudal balistiknya. []
Siti Sholehah.
