Kafe di Wilayah Kherson Dihantam Drone, Puluhan Korban Berjatuhan

JAKARTA — Serangan pesawat tak berawak kembali menambah panjang daftar korban jiwa dalam konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina. Kali ini, sebuah kafe di wilayah Kherson, Ukraina selatan, yang berada di bawah kendali Rusia, menjadi sasaran serangan drone. Insiden tersebut menyebabkan sedikitnya 24 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Serangan terjadi di Desa Khorly, sebuah wilayah pesisir yang terletak di semenanjung di Laut Hitam. Menurut otoritas setempat, beberapa drone menghantam area yang ramai dikunjungi warga, termasuk sebuah kafe dan hotel, sehingga menimbulkan kebakaran hebat dan kerusakan parah pada bangunan di sekitarnya.

“Tiga pesawat tanpa awak menghantam sebuah kafe dan hotel di pesisir Laut Hitam di Khorly. Menurut laporan awal, lebih dari 50 orang terluka, dan 24 orang tewas,” kata Gubernur Kherson, Vladimir Saldo, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (01/01/2026).

Foto-foto yang diunggah Saldo di media sosial memperlihatkan kondisi lokasi kejadian yang mengenaskan. Tampak bangunan yang hangus dilalap api, tumpukan puing-puing yang masih membara, serta jasad korban yang terbakar. Tim penyelamat dilaporkan bekerja dalam kondisi sulit untuk mengevakuasi korban dari reruntuhan bangunan.

Komite Investigasi Rusia menyatakan telah membuka penyelidikan terkait serangan tersebut. Langkah ini dilakukan untuk mengumpulkan bukti dan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas insiden yang menewaskan puluhan warga sipil itu. Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung dan belum ada informasi lanjutan terkait hasil awal pemeriksaan.

Dari pihak Rusia, tudingan keras langsung disampaikan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menuding Ukraina telah melakukan aksi yang disebutnya sebagai serangan terhadap warga sipil.

Zakharova menuduh Ukraina melakukan “serangan teroris” terhadap warga sipil. Sementara itu, hingga berita ini disusun, pihak berwenang Ukraina belum memberikan komentar resmi terkait tuduhan tersebut maupun laporan serangan drone di wilayah Kherson.

Desa Khorly sendiri memiliki posisi strategis karena terletak di pesisir Laut Hitam. Wilayah ini telah berada di bawah kendali Rusia sejak tahap awal invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. Kendali atas wilayah tersebut membuat Khorly kerap menjadi lokasi rawan serangan dalam konflik yang terus berlangsung.

Pada musim gugur 2022, pasukan Ukraina berhasil merebut kembali sebagian besar wilayah Kherson, termasuk ibu kota regionalnya, dalam sebuah serangan balasan besar-besaran. Namun, sejumlah wilayah lain, termasuk area di sepanjang pesisir, tetap berada di bawah kendali Rusia.

Sejak saat itu, Sungai Dnieper menjadi garis depan de facto di wilayah Kherson. Kedua belah pihak kerap melancarkan serangan jarak jauh, termasuk menggunakan pesawat tak berawak, yang sering kali berujung pada jatuhnya korban sipil. Serangan-serangan ini menunjukkan bagaimana teknologi drone semakin memainkan peran besar dalam konflik modern, dengan dampak yang sangat mematikan.

Insiden di Khorly ini kembali menegaskan rapuhnya situasi keamanan di wilayah konflik, terutama bagi warga sipil yang berada di daerah yang diperebutkan. Meskipun perayaan tahun baru biasanya menjadi momen kebahagiaan, bagi warga di wilayah konflik Ukraina, pergantian tahun justru kembali diwarnai duka dan kehilangan akibat perang yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *