KAI Catat Lonjakan Penumpang, Okupansi Lampaui Kapasitas
JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang selama puncak arus balik Angkutan Lebaran 2026, dengan okupansi melampaui kapasitas tempat duduk hingga lebih dari 150 persen dalam satu hari. Tingginya angka ini menunjukkan tekanan permintaan transportasi yang melampaui ketersediaan kursi, terutama pada periode puncak perjalanan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengungkapkan bahwa puncak arus balik terjadi pada 24 Maret 2026 dengan jumlah penumpang mencapai 250.650 orang atau setara 153,4 persen dari kapasitas yang tersedia.
Ia menjelaskan, tren lonjakan penumpang sudah terlihat dalam beberapa hari sebelumnya dan bertahan tinggi selama empat hari berturut-turut pada fase arus balik. Pada 22 Maret tercatat 242.810 pelanggan (150,7 persen), 23 Maret sebanyak 247.025 pelanggan (154,1 persen), puncaknya 24 Maret 250.650 pelanggan (153,4 persen), dan 25 Maret tetap tinggi di angka 230.784 pelanggan (141,2 persen).
“Perjalanan dengan kereta api terus meningkat sejak pertengahan Maret dan kini berada pada fase arus balik,” katanya sebagaimana diberitakan Sumber Berita, Sabtu (28/03/2026).
Menurut Anne, tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api tidak lepas dari faktor ketepatan waktu dan kenyamanan yang ditawarkan dibanding moda transportasi lainnya.
Secara kumulatif, hingga 27 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, penjualan tiket Angkutan Lebaran telah mencapai 4.600.179 tiket atau 102,3 persen dari total kapasitas 4.498.696 tempat duduk. Untuk layanan Kereta Api (KA) Jarak Jauh, tiket terjual sebanyak 3.896.661 atau 109,1 persen dari kapasitas, sedangkan KA Lokal mencapai 703.518 tiket atau 75,9 persen.
Dalam periode 11 hingga 26 Maret 2026, KAI telah melayani 3.678.880 pelanggan di wilayah Jawa dan Sumatra. Jumlah tersebut terdiri atas 3.081.467 pelanggan KA Jarak Jauh dan 597.413 pelanggan KA Lokal.
Memasuki 27 Maret 2026, arus balik masih berlangsung dengan jumlah penumpang yang dijadwalkan berangkat mencapai 190.572 orang dan tingkat okupansi sementara 116,6 persen, yang berpotensi terus bertambah seiring tingginya permintaan perjalanan.
KAI memperkirakan tren kepadatan penumpang akan tetap tinggi hingga akhir periode arus balik, sehingga diperlukan pengelolaan operasional yang optimal untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan perjalanan masyarakat. []
Penulis: Ali Rachman | Penyunting: Redaksi01
