Karate Kaltim Harus Siap Bertransformasi ke Era Digital

ADVERTORIAL – Cabang olahraga karate di era digital saat ini dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi. Dalam bidang perwasitan, misalnya, sistem penjurian harus mampu bertransformasi dengan memanfaatkan teknologi digital demi transparansi dan akurasi. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Agus Hari Kesuma (AHK) saat memberikan arahan dalam acara Penataran Wasit dan Pelatihan Pelatih Karate se-Kaltim yang berlangsung di Hotel Fugo Samarinda, Kamis (5/12/2024).
Agus menekankan pentingnya kemampuan adaptasi terhadap teknologi bagi para wasit karate yang mengikuti pelatihan. Ia menjelaskan bahwa saat ini banyak turnamen karate, termasuk di tingkat internasional, telah menerapkan sistem penjurian berbasis digital. “Kepada para wasit yang mengikuti pelatihan hari ini, harus diingat bahwa sistem penjurian dewasa ini, termasuk dalam cabang olahraga karate, telah menggunakan teknologi digital. Karena itu mau tidak mau kita harus dapat bertransformasi ke sistem perwasitan digital ini,” ujar Agus.
Ia juga menegaskan bahwa digitalisasi dalam sistem penjurian akan mempermudah akuntabilitas dan menghindari kesalahan dalam pengambilan keputusan. Menurutnya, teknologi ini menciptakan jejak digital yang memungkinkan setiap keputusan wasit untuk diperiksa kembali. “Pada masa sekarang, wasit tidak bisa main-main lagi saat menjadi pengadil dalam pertandingan karena semuanya sudah menggunakan sistem digital sehingga setiap kejadian telah terekam jejak digitalnya,” tambahnya.
Agus berharap, ke depan karate di Kaltim dapat sepenuhnya mengadopsi teknologi digital, mengikuti jejak turnamen internasional. Ia mencontohkan turnamen karate di Kamboja yang seluruh sistem perwasitannya telah berbasis teknologi digital. “Mudah-mudahan karate kita sudah transformasi digital juga, karena terakhir ketika saya menyaksikan turnamen karate di Kamboja, semua sistem perwasitannya sudah menggunakan teknologi digital,” katanya.
Selain itu, Agus meminta para pelatih dan wasit untuk terus meningkatkan kemampuan mereka, tidak hanya untuk level provinsi, tetapi juga hingga level nasional dan internasional. “Pelatihan ini untuk tingkat provinsi, ke depannya harus ditingkatkan lagi hingga tingkat nasional. Jadi jangan hanya berpikir untuk Kalimantan Timur saja,” tegasnya.
Ia juga memberikan pesan kepada pengurus induk organisasi karate, Forki Kaltim, agar terus aktif mensosialisasikan olahraga karate kepada generasi muda, khususnya usia dini. Sosialisasi ini dinilai penting untuk menarik minat generasi muda dan memperluas pembinaan atlet. “Menjadi pelatih bukan hanya tentang mengajarkan teknik bertanding karate, tetapi juga harus mampu menarik lebih banyak pemain karate melalui sosialisasi yang efektif,” pungkas Agus.
Dispora Kaltim berharap dengan pelatihan ini, para wasit dan pelatih tidak hanya mampu menjalankan tugas mereka dengan lebih profesional, tetapi juga mendorong perkembangan olahraga karate di Kaltim sehingga dapat bersaing di level nasional dan internasional.
[] Penulis: Himawan Yokominarno / Editor: Agus