Kebakaran Apartemen di Catalonia Tewaskan Lima Remaja

CATALONIA – Tragedi kebakaran melanda sebuah gedung apartemen di wilayah Catalonia, Spanyol, yang menewaskan lima remaja. Peristiwa memilukan itu terjadi di kota Manlleu, sekitar 80 kilometer di utara Barcelona, pada Senin malam (16/02/2026).

Menurut keterangan Dinas Pemadam Kebakaran Catalan, api pertama kali muncul di ruang penyimpanan sebuah bangunan lima lantai. Kobaran api dan asap tebal dengan cepat memenuhi ruangan, membuat para korban terjebak di dalam.

“Karena alasan yang tidak diketahui, orang-orang di dalam tidak dapat keluar dan tidak ada yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan nyawa mereka meskipun ada intervensi dari layanan darurat,” kata Dinas Damkar Catalan.

Polisi wilayah Catalonia mengonfirmasi kepada AFP bahwa kelima korban berusia antara 14 hingga 18 tahun. Identitas para korban belum diungkap ke publik, dan aparat belum merinci kronologi lengkap kejadian tersebut.

Wali Kota Manlleu, Arnau Rovira, menyampaikan duka mendalam atas insiden tersebut. Ia mengungkapkan bahwa empat petugas kepolisian turut mengalami cedera akibat menghirup asap saat melakukan upaya penyelamatan. Dalam pernyataannya kepada wartawan, Rovira menyebut peristiwa ini sebagai “hari tergelap yang pernah saya ingat”.

Sejumlah laporan media setempat, termasuk dari Cadena SER, menyebut para remaja tersebut diduga berkumpul untuk menghirup gas tertawa atau nitrous oxide. Media tersebut mengaku telah berbicara dengan saksi dan kenalan korban yang menyatakan bahwa para remaja berada di lantai atas gedung untuk aktivitas tersebut.

Cadena SER juga melaporkan bahwa kebocoran gas diduga terjadi di ruang tertutup dan kemudian memicu ledakan ketika salah satu korban selamat menyalakan korek api. Namun, informasi ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak kepolisian maupun otoritas pemadam kebakaran.

Menurut laporan jurnalis AFP di lokasi, polisi telah menutup area sekitar gedung untuk kepentingan penyelidikan. Meski kebakaran terjadi di dalam bangunan, tidak tampak kerusakan signifikan pada bagian fasad luar gedung apartemen tersebut.

Balai Kota Manlleu menetapkan masa berkabung selama tiga hari sebagai bentuk penghormatan kepada para korban. Bendera dikibarkan setengah tiang, dan sejumlah kegiatan publik ditunda.

Polisi kini membuka penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran, termasuk kemungkinan keterlibatan bahan kimia atau zat mudah terbakar lainnya di dalam ruang penyimpanan tersebut. Aparat juga mendalami laporan mengenai dugaan penggunaan gas tertawa oleh para remaja sebelum insiden terjadi.

Tragedi ini kembali memicu perhatian terhadap bahaya penggunaan nitrous oxide secara sembarangan, terutama di kalangan remaja. Selain berisiko terhadap kesehatan, penggunaan gas tersebut di ruang tertutup juga dapat meningkatkan potensi kebakaran atau ledakan jika bercampur dengan sumber api.

Hingga saat ini, otoritas masih mengumpulkan bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang berujung pada kematian lima remaja tersebut.[]

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *