Kebocoran Gas Picu Kebakaran Warung Soto Mi di Bogor

BOGOR – Sebuah warung soto mi yang berada di Jalan Setu Asem, Tanahsareal, Kota Bogor, dilalap api pada Selasa (03/03/2026) pagi. Kebakaran yang terjadi saat pemilik warung hendak memulai aktivitas memasak tersebut diduga dipicu kebocoran gas di dalam ruangan kedai yang masih tertutup rapat. Insiden ini menyebabkan pemilik warung mengalami luka bakar ringan serta menimbulkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bogor, Theofilio Patrocinio Freitas, menjelaskan bahwa peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 06.56 WIB. Saat itu, pemilik warung bernama Wawan (58) tengah bersiap membuka usahanya dan hendak menyalakan kompor untuk memasak bahan dagangan.

“Betul, objek terbakar kedai soto mi. Dampak kebakaran, pemilik kedai soto mi atas nama Wawan (58) mengalami luka bakar ringan di bagian tangan,” kata Sekretaris Dinas Damkar Kota Bogor Theofilio Patrocinio Freitas kepada wartawan, Selasa (03/03/2026).

Menurut keterangan pihak pemadam kebakaran, kejadian bermula ketika Wawan mencoba menyalakan kompor gas di dalam kedainya. Namun, tanpa disadari sebelumnya diduga telah terjadi kebocoran gas yang menyebabkan gas terperangkap di dalam ruangan. Kondisi ruangan yang tertutup membuat gas menumpuk dan memicu ledakan kecil saat sumber api dinyalakan.

“Ketika bapak penjual soto mi ingin menyalakan kompor, terjadilah ledakan yang kemungkinan disebabkan oleh endapan gas di ruangan tertutup tersebut,” kata Theofilio.

Ia menambahkan bahwa saat kejadian, kondisi warung masih dalam keadaan tertutup sehingga sirkulasi udara tidak berjalan dengan baik. Akibatnya, gas yang bocor mengendap di dalam ruangan hingga akhirnya tersulut api saat kompor dinyalakan.

“Penjual soto hendak menyalakan kompor dan posisi kedai masih tertutup rapat,” imbuhnya.

Ledakan tersebut kemudian memicu kebakaran yang dengan cepat membakar sebagian bangunan warung. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu segera melaporkan peristiwa tersebut kepada petugas pemadam kebakaran. Tidak lama setelah laporan diterima, tim pemadam kebakaran langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.

Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi guna memadamkan api dan mencegah kobaran api meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi. Berkat respons cepat petugas dan bantuan warga, api berhasil dipadamkan dalam waktu relatif singkat.

Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk mengendalikan dan memadamkan api yang sempat membuat panik warga di sekitar lokasi kejadian. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas kemudian melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

Akibat kejadian tersebut, Wawan selaku pemilik warung mengalami luka bakar ringan di bagian tangan. Korban kemudian segera mendapatkan pertolongan dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Selain menimbulkan korban luka, kebakaran juga menyebabkan kerusakan pada bangunan kedai serta sejumlah peralatan usaha milik korban. Pihak Damkar Kota Bogor memperkirakan total kerugian akibat peristiwa tersebut mencapai sekitar Rp50 juta.

“Korban satu orang luka ringan, pemilik kedai, sudah dibawa ke rumah sakit. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 50 juta,” tutur Theofilio.

Pihak pemadam kebakaran mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan kondisi instalasi gas dalam keadaan aman sebelum digunakan, terutama pada ruangan tertutup. Pemeriksaan rutin terhadap tabung gas, regulator, serta selang penghubung dinilai penting untuk mencegah terjadinya kebocoran yang dapat memicu kebakaran. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *