Kepala BNPB Sebut Pasokan BBM Sudah Normal Kembali di Sukabumi Pasca-Longsor

SUKABUMI – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto, angkat bicara soal kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang banyak dialami warga terdampak bencana alam di Kabupaten Sukabumi.
Hal ini terjadi, lantaran pihak Pertamina tidak bisa mendistribusikan pasokan BBM karena akses infrastruktur menuju ke sejumlah SPBU di wilayah terputus, tidak bisa dilintasi truk tangki, akibat bencana longsor dan pergerakan tanah.
“BBM yang semula pasokannya terganggu, per hari ini juga sudah jalan lancar,” kata Suharyanto usai melakukan rapat koordinasi percepatan penanganan darurat bencana banjir, tanah longsor dan angin kencang yang terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur di Gedung Negara Pendopo Sukabumi pada Minggu (08/12/2024).
Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa saat ini pihaknya tengah mengupayakan penerangan listrik. Menurutnya, saat ini terdapat beberapa titik di wilayah Kabupaten Sukabumi yang masih dipadamkan.
“Ini dilakukan karena berkaitan dengan keamanan, baik keamanan masyarakat maupun keamanan wilayah,” paparnya.
Masih ditempat yang sama, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami mengatakan, tiga hari ini, BBM sudah mulai memasuki ke sejumlah SPBU, meskipun dengan kapasitas mengurangi tonase kendaraan dari 8.000 liter menjadi 5000 liter.
“Seluruh SPBU yang kemarin tidak bisa melayani, hari ini bisa melayani,” kata Marwan.
Ketika disinggung mengenai ramainya kenaikan harga BBM eceran yang kerap dijual pinggiran jalan raya. Marwan menjawab, mayoritas bahwa para pengecer yang menjual BBM di harga naik tersebut, karena pengecer menggunakan stok BBM lama.
“Betul tadi ada informasi-informasi di lapangan, karena SPBU pun kehabisan BBM, maka orang menjual di kios-kios yang memang harganya stok mereka, bukan bahan bakar baru, tapi stok mereka. Nah, akhirnya yang biasa dijual sesuai paling naik Rp1 ribu sampai Rp2 ribu, sekarang naik jadi Rp25 ribu,” tukasnya.
Kondisi ini, menurutnya menjadi kendala. Namun demikian, ia mengklaim dalam dua hari ini semua SPBU sudah dapat melayani.
“Iya, paling yang satu barangkali yang belum bisa dipenuhi secara utuh, adalah untuk bahan bakar solar untuk tambak udang dan juga industri yang memanfaatkan genset,” bebernya.
Untuk meminimalisir hal yang tidak diinginkan, kata Marwan, bahwa pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi telah melakukan koordinasi dengan Polres Sukabumi, untuk membahas dan menyikapi persoalan penjualan BBM eceran. []
Nur Quratul Nabila A