Kolaborasi Riset dan Industri, Kunci RI Masuk Pasar Chip Global

JAKARTA – Pemerintah mempercepat pembentukan ekosistem industri semikonduktor nasional dengan menekankan sinergi riset, industri, dan kebijakan sebagai kunci masuk ke rantai pasok global, terutama pada pengembangan chip berbasis artificial intelligence (AI).

Langkah ini ditempuh untuk memanfaatkan peluang di tengah perubahan lanskap industri global yang semakin terbuka bagi negara berkembang. Melalui kolaborasi lintas sektor, Indonesia diarahkan tidak hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga produsen dengan nilai tambah tinggi.

Chief Technology Officer (CTO) Danantara Indonesia, Sigit Puji Santosa, menilai momentum saat ini menjadi waktu yang tepat bagi Indonesia untuk mulai serius membangun industri semikonduktor. Menurutnya, perkembangan chip berbasis kecerdasan artifisial membuka ruang baru yang dapat dimanfaatkan melalui penguatan sumber daya manusia (SDM), kolaborasi, dan pengembangan produk yang sesuai kebutuhan industri global.

Upaya tersebut diperkuat melalui penyelenggaraan Workshop Percepatan Pengembangan Ekosistem Industri dan Riset Semikonduktor Nasional yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan. Forum ini menjadi wadah untuk menyatukan arah kebijakan, mempercepat implementasi program, serta membangun sinergi antara pemerintah, akademisi, dan sektor industri.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan pentingnya dukungan regulasi dan standardisasi untuk mempercepat masuknya industri ini ke tahap komersial. Ia menyebut kejelasan produk prioritas, desain teknologi, dan peta jalan pengembangan sebagai faktor utama dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, Brian menekankan bahwa pengembangan semikonduktor harus diposisikan sebagai proyek industri, bukan sekadar riset. Perguruan tinggi dan lembaga penelitian tetap menjadi pusat inovasi, namun harus terhubung langsung dengan kebutuhan pasar agar hasilnya dapat diadopsi secara luas.

Selama ini, ketergantungan terhadap impor komponen teknologi menjadi tantangan bagi industri dalam negeri. Pengembangan industri semikonduktor diharapkan mampu mengurangi ketergantungan tersebut sekaligus meningkatkan daya saing nasional di pasar global.

Danantara Indonesia berperan sebagai akselerator yang mengintegrasikan berbagai kepentingan dalam satu arah kebijakan. Melalui pendekatan kolaboratif, lembaga ini mendorong keterhubungan antara riset dan industri serta memastikan setiap program berjalan dengan dampak yang terukur.

Dalam konteks global, penguasaan teknologi semikonduktor menjadi penentu posisi strategis suatu negara dalam perekonomian dunia, termasuk di sektor pertahanan, komunikasi, dan industri digital. Oleh karena itu, langkah pemerintah ini dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat kemandirian teknologi nasional.

Optimisme terhadap pengembangan industri semikonduktor nasional terus meningkat seiring konsistensi kebijakan dan sinergi antar pemangku kepentingan. Dengan perencanaan matang, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pemain penting dalam industri chip global, sebagaimana diberitakan Kompas, Selasa (24/03/2026).[]

Penulis: Muhammad Arya Bimantara | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *