Komandan KKB Yahukimo Ditangkap di Area Gereja
JAKARTA – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2026 berhasil menangkap seorang anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan di wilayah Papua Pegunungan. Pelaku yang diamankan diketahui bernama Philip Kobak alias Nenak Kobak.
Philip Kobak disebut memiliki posisi penting dalam struktur kelompok tersebut. Ia diduga menjabat sebagai Komandan Kompi Kimbusa yang berada di bawah Kodap XVI Yahukimo.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Yusuf Sutejo menjelaskan bahwa penangkapan terhadap Philip Kobak dilakukan setelah aparat memperoleh informasi mengenai keberadaan tersangka di wilayah Dekai, Kabupaten Yahukimo.
“Yang bersangkutan diketahui memiliki peran sebagai Komandan Kompi Kimbusa Kodap XVI Yahukimo dan diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan,” kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo, dilansir detikSulsel, Senin (09/03/2026).
Proses penangkapan berlangsung pada Sabtu (07/03/2026) sekitar pukul 16.44 WIT di area Gereja GIDI Kali Brasa, Dekai. Aparat berhasil melacak keberadaan tersangka sebelum akhirnya melakukan upaya pengejaran di lokasi tersebut.
Ketika mengetahui kehadiran aparat keamanan, tersangka sempat berusaha melarikan diri dengan meninggalkan kendaraan yang digunakannya. Ia kemudian berlari menuju kawasan hutan di sekitar lokasi untuk menghindari penangkapan.
Petugas yang berada di lapangan segera melakukan penyisiran di sekitar area pelarian tersangka. Setelah dilakukan pencarian intensif, aparat akhirnya berhasil mengamankan Philip Kobak.
“Saat mengetahui keberadaan aparat, tersangka sempat meninggalkan kendaraan dan melarikan diri ke arah hutan. Setelah dilakukan penyisiran oleh tim di sekitar lokasi, tersangka akhirnya berhasil diamankan,” jelasnya.
Dalam proses penangkapan tersebut, aparat turut menyita sejumlah barang yang berada dalam penguasaan tersangka. Barang-barang tersebut antara lain uang tunai sekitar Rp 1.135.000, satu unit telepon genggam, sebuah tas berwarna hitam, satu noken hijau, sebuah senter, serta satu charger telepon genggam.
Setelah berhasil menangkap tersangka, tim Satgas Operasi Damai Cartenz kemudian melakukan pengembangan penyelidikan dengan menggeledah rumah yang diduga menjadi tempat tinggal Philip Kobak.
Penggeledahan dilakukan pada Minggu (08/03/2026) di kediaman tersangka yang berada di Jalan Gunung, Kampung Tomon 2, Dekai. Selain rumah tersangka, aparat juga melakukan pemeriksaan terhadap beberapa lokasi lain yang diduga pernah digunakan sebagai tempat persinggahan anggota KKB di wilayah Yahukimo.
Dari hasil penggeledahan tersebut, aparat menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok kriminal bersenjata tersebut.
“Tim menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya 4 butir amunisi kaliber 5,56 mm, 2 butir amunisi kaliber 9 mm, besi runcing, tas dan noken, dokumen pribadi milik tersangka, busur dan 31 anak panah, 4 parang, 3 kapak, 1 sangkur, 2 pisau dapur, 1 proyektil kaliber 5,56 mm, serta 45 selongsong amunisi kaliber 7,62 mm dan 5,56 mm,” paparnya.
Barang bukti tersebut kini telah diamankan oleh aparat sebagai bagian dari proses penyelidikan lebih lanjut terhadap jaringan kelompok kriminal bersenjata yang beroperasi di wilayah Yahukimo.
Penangkapan Philip Kobak menjadi bagian dari upaya aparat keamanan dalam menekan aktivitas kelompok bersenjata yang selama ini kerap melakukan aksi kekerasan di wilayah Papua Pegunungan.
Satgas Operasi Damai Cartenz juga menyatakan akan terus melakukan operasi penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata yang dinilai mengganggu stabilitas keamanan di wilayah tersebut. []
Siti Sholehah.
