Komitmen Bupati Probolinggo, Teken Delapan Proyek Strategis

PROBOLINGGO, PRUDENSI.COM-Bupati Probolinggo dr. H. Muhammad Haris telah berkomitmen pada tahun 2026 ini fokus pada pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.

Kesungguhan Bupati Haris tersebut ditujukkan dengan menandatangani SK Bupati Nomor 100.3.3.2/417/426.32/2025 yang diteken 25 Desember 2026 lalu.

Melalui SK ini, Bupati Probolinggo, Mohammad Haris menetapkan delapan proyek strategis yang menjadi prioritas utama dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.

Berikut adalah rincian 8 proyek strategis tersebut dalam narasi lengkap:

Peningkatan Jalan Condong – Segaran

Proyek ini dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang melalui paket Peningkatan Ruas Jalan Condong – Segaran (R.051) dengan alokasi pagu anggaran sebesar Rp 16.134.706.000,00.

Penanganan fisik yang dilakukan meliputi pekerjaan beton, hotmix, pembangunan drainase, serta penguatan bahu jalan sepanjang 5.400 meter yang menghubungkan konektivitas antara Kecamatan Gading dan Tiris.

Infrastruktur ini akan mendukung pariwisata, pendidikan, perekonomian masyarakat, dan berpengaruh pada nilai kemantapan jalan.

Penggantian Jembatan Curahbubur

Untuk meningkatkan keamanan pengguna jalan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang melaksanakan proyek Penggantian Jembatan Curahbubur 1 pada Ruas Klenang Kidul – Paras dengan anggaran Rp 10.447.594.114,00.

Proyek ini berupa penggantian total struktur jembatan sepanjang 37 meter untuk menggantikan jembatan peninggalan Belanda yang kondisinya sudah sangat membahayakan.

Jembatan ini memiliki peran vital dalam mendukung mobilitas menuju Puskesmas Banyuanyar, Pasar Banyuanyar, jalur wisata Arung Jeram, hingga pusat pendidikan di Banyuanyar mulai dari tingkat SD hingga SMA.

Keberadaan jembatan baru ini diharapkan mampu memperlancar akses ekonomi sekaligus menjamin keselamatan warga.

Peningkatan Jalan Pajarakan – Condong

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang mengalokasikan dana senilai Rp 4.836.389.000,00 untuk paket Peningkatan/Rekonstruksi Jalan Ruas Pajarakan- Condong (R.162).

Penanganan difokuskan pada pelebaran jalan menggunakan aspal hotmix dan perbaikan drainase sepanjang 1.800 meter yang berfungsi sebagai jalur utama penghubung kawasan wisata Krucil dan Tiris.

Selain mendukung pariwisata, jalan ini mempermudah akses ke Pasar Ketompen, lembaga pendidikan Zainul Hasan, serta Puskesmas Tiris.

Dampaknya akan sangat terasa pada kelancaran distribusi hasil pertanian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Agropolitan.

Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)

Di sektor permukiman, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan bertanggung jawab atas program rehabilitasi 145 unit rumah tidak layak huni dengan pagu anggaran Rp 2.900.000.000,00.

Penanganan ini difokuskan pada lokasi kantong kemiskinan guna menekan angka hunian yang tidak sehat dan mencegah tumbuhnya kawasan kumuh. Proyek ini menjadi bagian dari misi peningkatan kualitas hidup warga rentan di wilayah agropolitan.

Melalui bantuan ini, diharapkan terjadi peningkatan kesejahteraan sosial secara nyata bagi keluarga penerima manfaat.

Perbaikan Jalan Triwungan – Gondosuli

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang juga menangani proyek Rehabilitasi Jalan Ruas Triwungan – Gondosuli, Desa Sambirampak Kidul, Kecamatan Kotaanyar, dengan anggaran mencapai Rp 2.502.584.934,00.

Pekerjaan fisik berupa pelapisan hotmix sepanjang 800 meter ini menjadi penunjang utama bagi sektor ekonomi masyarakat lokal serta akses menuju berbagai lembaga pendidikan seperti SDN, MI, dan Pondok Pesantren di wilayah tersebut.

Dampak yang diharapkan adalah meningkatnya mobilitas ekonomi dan aksesibilitas layanan dasar bagi warga di lokasi pekerjaan.

Peningkatan Jalan Ranuagung-Andungbiru

Sektor pariwisata di Kecamatan Tiris mendapat dukungan melalui proyek Rekonstruksi Ruas Jalan Penunjang Andungbiru (R.054) yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dengan pagu Rp 2.140.487.689,00.

Penanganan dilakukan dengan pemasangan paving sepanjang 1.500 meter dengan lebar jalan 3,5 meter guna menggantikan jalan lama yang rusak berat. Jalur ini sangat krusial untuk akses menuju destinasi wisata Air Terjun Andungbiru, Kebun Teh, Ranu Agung, serta mendukung kegiatan pendidikan di SDN Andungbiru 2 dan 3.

Pembangunan ini dipastikan akan mendorong geliat ekonomi kreatif dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung.

Peningkatan Jalan Tlogoargo-Andungsari

Proyek strategis ketujuh adalah Rekonstruksi Ruas Jalan Togo – Andungbiru (R.056) dengan anggaran Rp 1.833.780.000,00 di bawah kendali Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Pekerjaan berupa pemasangan paving sepanjang 1.000 meter dengan lebar 3 meter ini bertujuan memulihkan kondisi jalan yang sebelumnya menghambat mobilitas warga. Lokasi ini merupakan akses penting menuju situs bersejarah Candi Kedaton dan wisata alam Tlogo Argo, serta menunjang aktivitas pendidikan di SDN Andungbiru.

Dampak langsungnya adalah peningkatan kemantapan jalan yang secara otomatis mendukung pertumbuhan ekonomi warga di kawasan wisata.

Peningkatan Jalan Krucil – Pandanlaras

Terakhir, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang melaksanakan Rekonstruksi Ruas Jalan Krucil – Pandanlaras (R.065) dengan pagu anggaran sebesar Rp 1.809.034.813,00.

Penanganan jalan sepanjang 1.200 meter dengan lebar 3 meter ini menggunakan material paving untuk menghubungkan daerah-daerah terpencil. Proyek ini menjadi pendukung utama bagi sektor pariwisata Air Terjun Guyangan serta akses pendidikan bagi siswa di SDN Kalianan dan SDN Pandansaras.

Dengan selesainya proyek ini, konektivitas antar-desa diharapkan semakin lancar sehingga distribusi hasil bumi tidak lagi terhambat.

Delapan proyek strategis daerah tersebut, antara lain disusun berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah tahun 2026, Rencana Tata Ruang Wilayah dan tidak Ruang Terbuka Hijau. (rac)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *