Kopi Nipah Desa Sebuntal Tembus Pasar Lokal

KUTAI KARTANEGARA – Potensi alam pesisir kembali dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi. Seorang warga Desa Sebuntal, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Basori, mengolah buah nipah menjadi kopi alternatif dengan cita rasa khas dan kandungan asam yang ringan, sehingga aman dikonsumsi oleh penderita asam lambung.

Aktivitas tersebut telah dijalani Basori secara rutin sebagai bagian dari usaha rumahan yang kini menjadi sumber penghasilan bagi keluarganya. Setiap hari, Basori memanen buah nipah yang tumbuh alami di kawasan pesisir sekitar desa, kemudian mengolahnya di rumah melalui tahapan yang cukup panjang hingga menjadi produk kopi siap konsumsi.

“Buah nipah ini saya panen setiap hari dari sekitar desa, lalu saya olah sendiri di rumah melalui beberapa tahapan sampai menjadi kopi. Prosesnya cukup panjang, tapi hasilnya punya aroma khas dan rasanya ringan,” ujar Basori, Minggu (04/01/2026).

Kopi nipah olahan Basori memiliki karakter aroma rempah yang lembut dan tidak menimbulkan rasa asam berlebih. Produk ini kemudian dipasarkan sebagai kopi alternatif bagi masyarakat yang memiliki masalah lambung atau ingin mencoba varian kopi non-kafein dari bahan alami.

Menurut Basori, usaha pengolahan nipah tidak hanya bertujuan untuk menambah penghasilan, tetapi juga memanfaatkan potensi alam desa yang selama ini belum banyak dilirik.

“Kopi nipah ini banyak diminati karena tidak terlalu asam, sehingga aman dikonsumsi oleh penderita asam lambung. Dari usaha ini, saya bisa membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga,” katanya.

Dalam upaya memperluas pemasaran, Basori menjalin kerja sama dengan BUMDes Sebuntal. Melalui kolaborasi tersebut, produk kopi nipah mulai dipasarkan lebih luas dan diperkenalkan dalam berbagai kegiatan ekonomi desa.

Kerja sama ini dinilai mampu mendorong peningkatan kapasitas produksi sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir. Selain memberikan nilai tambah pada buah nipah, inovasi ini juga berkontribusi pada penguatan ekonomi keluarga dan pengembangan usaha berbasis kearifan lokal.

Dengan dukungan kelembagaan desa serta konsistensi produksi, kopi nipah dari Desa Sebuntal diharapkan dapat berkembang sebagai produk khas daerah Kutai Kartanegara dan menjadi contoh pemanfaatan sumber daya alam lokal yang berkelanjutan. []

Penulis: Anggi Triomi | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *