Kyiv Digempur Lagi, Rusia Serang 13 Lokasi Strategis

MOSKOW — Rusia kembali melancarkan serangan udara besar-besaran ke Ibu Kota Ukraina, Kyiv, dan sejumlah wilayah lainnya pada Kamis (28/8/2025).

Serangan tersebut melibatkan berbagai jenis senjata, termasuk rudal hipersonik Kinzhal, yang menjadi salah satu senjata strategis Rusia.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa target utama serangan adalah fasilitas militer, di antaranya pabrik senjata serta lapangan terbang.

Sementara itu, pihak militer Ukraina mengklaim berhasil mencegat sebagian besar rudal dan drone Rusia, meskipun mengakui adanya serangan yang berhasil menghantam 13 lokasi.

Beberapa kerusakan tambahan juga dilaporkan akibat puing-puing rudal yang jatuh.

Salah satu serangan terekam kamera CCTV di pusat kota Kyiv, memperlihatkan dua rudal menghantam lokasi yang sama.

Beberapa laporan menyebutkan lokasi tersebut adalah kantor perusahaan pertahanan Ukrspecsystems di Jalan Zhylianska.

Perusahaan yang berdiri sejak 2014 itu dikenal memproduksi drone PD-2 jarak jauh, yang sebelumnya digunakan dalam serangan ke wilayah Rusia, termasuk Moskow.

Selain itu, anggota dewan kota Lviv, Igor Zinkevich, mengklaim bahwa Rusia juga menyerang fasilitas produksi drone Bayraktar milik perusahaan pertahanan Turki di Kyiv.

Serangan tersebut, menurutnya, merupakan yang keempat dalam enam bulan terakhir.

“Fasilitas itu tengah melatih personel dan bersiap memproduksi drone Bayraktar. Dua serangan tercatat dan menyebabkan kerusakan parah,” ujarnya dikutip dari Euro Maidan Press, Jumat (29/8/2025).

Dalam pekan yang sama, media Ukraina juga melaporkan dimulainya produksi rudal jelajah baru bernama Flamingo, dengan jangkauan 3.000 kilometer dan muatan hingga 1.000 kilogram.

Senjata tersebut disebut memiliki kemiripan dengan FP-5, sistem persenjataan yang baru diluncurkan awal tahun ini oleh perusahaan pertahanan Inggris-Uni Emirat Arab, Milanion Group, di Abu Dhabi.

Awal Agustus lalu, Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) mengklaim berhasil menyusup ke dalam proyek rudal balistik Sapsan Ukraina.

Moskow menyebut operasi itu menyebabkan kerusakan besar melalui serangan-serangan lanjutan.

Rusia berulang kali menuding Barat menjadikan Ukraina sebagai kekuatan proksi dengan memasok dana dan persenjataan.

Moskow menegaskan bahwa perang ini lebih menguntungkan kepentingan negara-negara asing daripada kepentingan nasional Ukraina sendiri. []

Nur Quratul Nabila A

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *