Laba Bank Jatim Naik 20 Persen, Strategi Pendanaan Jadi Kunci
SURABAYA – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mencatat lonjakan kinerja keuangan sepanjang 2025, ditopang ekspansi kredit dan penguatan struktur pendanaan, sehingga mempertegas posisinya sebagai induk bagi sejumlah bank pembangunan daerah (BPD).[]
Direktur Utama (Dirut) Bank Jatim, Winardi Legowo, mengungkapkan perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp1,54 triliun atau tumbuh 20,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya. “Naik 20,65% dari tahun sebelumnya,” ujarnya, sebagaimana dilansir Pasardana, Senin, (30/03/2026).[]
Kinerja tersebut didorong strategi pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berimbang, khususnya melalui peningkatan porsi dana murah serta penerbitan obligasi guna memperkuat portfolio stable fund bank. Pendekatan ini dinilai mampu menjaga likuiditas sekaligus mendukung ekspansi usaha secara berkelanjutan.[]
Secara konsolidasi, total aset Bank Jatim mencapai Rp118,14 triliun atau tumbuh 42,93 persen. Sementara itu, penyaluran kredit meningkat signifikan sebesar 46,65 persen menjadi Rp110,5 triliun. Laba bersih konsolidasi juga tercatat sebesar Rp1,62 triliun atau naik 24,8 persen.[]
Tidak hanya mencatat pertumbuhan finansial, Bank Jatim juga memperkuat struktur korporasi dengan merampungkan seluruh tahapan untuk menjadi induk bagi lima BPD, yakni Bank NTB Syariah, Bank Banten, Bank Lampung, Bank Sultra, dan Bank NTT. Langkah ini menjadi bagian dari strategi penguatan industri perbankan daerah melalui sinergi dan integrasi bisnis.[]
Ke depan, capaian ini diharapkan mampu memperluas peran Bank Jatim dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya saing BPD di tingkat nasional.[]
Penulis: Issa | Penyunting: Redaksi01
