Lansia 70 Tahun Ditemukan Meninggal di Bawah LRT Harjamukti

DEPOK – Seorang pria lanjut usia berinisial EN (70) ditemukan meninggal dunia di bawah lintasan light rail transit (LRT) kawasan Harjamukti, Cimanggis, Kota Depok. Penemuan jasad korban terjadi pada Minggu (22/02/2026) pagi dan sempat mengundang perhatian warga sekitar.

Korban pertama kali ditemukan oleh warga yang tengah membereskan rongsokan di area bawah jalur LRT. Saat itu, saksi melihat seorang pria dalam posisi telungkup dan tidak bergerak. Karena merasa curiga, saksi mencoba memastikan kondisi korban.

“Telah ditemukan laki-laki yang sudah meninggal dunia di bawah lintasan LRT, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok,” kata Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi dalam keterangan tertulis, Rabu (25/02/2026).

Made menjelaskan, penemuan tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat dicek oleh saksi, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

“Pada saat itu saksi melihat korban sudah dalam keadaan terlungkup. Kemudian saksi mencoba membangunkan korban untuk mengecek keadaannya dan didapati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” kata Made.

Laporan penemuan jasad tersebut kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian. Petugas dari Polres Metro Depok langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi.

Hasil pemeriksaan awal oleh tim identifikasi menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Informasi dari saksi dan pihak keluarga juga mengungkap bahwa korban sempat mengeluhkan sakit beberapa hari sebelum ditemukan meninggal dunia.

“Menurut keterangan saksi, beliau (korban) sudah mengalami sakit di bagian dada dan kepala, sejak hari Rabu, 18 Februari 2026. Setelah dilakukan pengecekan oleh Tim Identifikasi Polres Metro Depok, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” kata Made.

Dengan tidak ditemukannya indikasi kekerasan, polisi tidak mengarah pada dugaan tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat kondisi kesehatannya yang menurun.

Pihak keluarga korban memutuskan untuk tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Keputusan itu diambil setelah keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

“Pihak keluarga atau kerabat korban menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah dan pihak keluarga sudah mengikhlaskan atas kejadian tersebut lalu menganggap kejadian tersebut sebagai takdir,” imbuhnya.

Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Kepolisian memastikan situasi di lokasi penemuan telah kembali kondusif.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan, terutama bagi warga lanjut usia yang memiliki riwayat keluhan medis. Polisi juga mengimbau warga untuk segera melaporkan apabila menemukan kejadian serupa agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *