Larijani Sebut Ancaman Trump Hanya Intimidasi

JAKARTA – Pernyataan keras Presiden Amerika Serikat terkait kemungkinan serangan militer terhadap Iran memicu respons tajam dari pejabat keamanan Iran. Kepala keamanan Iran, Ali Larijani, menilai ancaman yang disampaikan Presiden AS, Donald Trump, tidak lebih dari sekadar intimidasi tanpa makna.

Larijani menegaskan bahwa Iran tidak gentar menghadapi ancaman tersebut. Ia menyampaikan pernyataan itu melalui unggahan di media sosial X sebagai respons langsung terhadap peringatan keras yang sebelumnya dilontarkan Trump.

“Iran tidak takut dengan ancaman kosong Anda. Bahkan mereka yang lebih hebat dari Anda pun tidak dapat melenyapkan bangsa Iran,” kata Larijani dalam sebuah unggahan di X, Selasa (10/03/2026).

Pernyataan tersebut muncul setelah Trump memperingatkan Iran agar tidak mengambil langkah yang dapat mengganggu jalur pelayaran internasional di kawasan Teluk. Dalam pernyataannya, Trump mengancam akan melakukan serangan yang jauh lebih besar jika Iran menghentikan aliran minyak melalui Selat Hormuz.

Bagi Iran, Selat Hormuz merupakan jalur perairan yang sangat strategis karena menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dunia. Setiap gangguan terhadap jalur tersebut berpotensi memicu dampak besar terhadap stabilitas pasar energi global.

Menanggapi ancaman itu, Larijani tidak hanya membantah kekuatan tekanan yang disampaikan Trump, tetapi juga melontarkan pesan balasan bernada keras kepada pemimpin Amerika Serikat tersebut.

“Jaga diri Anda agar tidak dieliminasi!” tambah Larijani.

Sementara itu, Trump sebelumnya menyampaikan peringatan tegas terkait potensi pemblokiran jalur pelayaran di Selat Hormuz. Ia menilai langkah semacam itu akan berdampak besar terhadap distribusi energi dunia sehingga Amerika Serikat tidak akan tinggal diam.

Dalam pernyataannya melalui platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa negaranya akan memberikan respons militer yang sangat keras apabila Iran benar-benar menghentikan aliran minyak yang melewati selat tersebut.

“Jika Iran melakukan sesuatu yang menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, mereka akan dihantam oleh Amerika Serikat DUA PULUH KALI LEBIH KERAS daripada yang telah mereka alami sejauh ini,” tegas Trump.

Ia juga menyebut bahwa Amerika Serikat siap menyerang berbagai target strategis milik Iran apabila situasi tersebut benar-benar terjadi. Trump bahkan menggambarkan serangan tersebut sebagai tindakan yang dapat melumpuhkan kemampuan Iran untuk membangun kembali kekuatannya.

“Selain itu, kita akan menghancurkan target-target yang mudah dihancurkan yang akan membuat Iran hampir tidak mungkin untuk dibangun kembali sebagai sebuah negara — Kematian, Api, dan Amarah akan menimpa mereka — Tetapi saya berharap, dan berdoa, agar hal itu tidak akan terjadi!” kata Presiden AS tersebut.

Trump juga menilai sikap Amerika Serikat dalam menjaga kelancaran jalur pelayaran internasional sebagai bentuk perlindungan terhadap kepentingan global. Ia menyebut upaya tersebut memberikan manfaat bagi berbagai negara yang bergantung pada jalur perdagangan energi di kawasan tersebut.

“Semoga, ini adalah isyarat yang akan sangat dihargai,” ucapnya.

Ketegangan antara kedua negara terkait isu keamanan dan stabilitas di kawasan Timur Tengah memang telah berlangsung lama. Ancaman dan pernyataan keras dari kedua belah pihak sering kali memicu kekhawatiran dunia internasional mengenai potensi konflik yang lebih luas.

Hingga kini, situasi di kawasan Teluk masih terus menjadi perhatian berbagai negara karena setiap eskalasi konflik dapat berdampak langsung terhadap keamanan jalur perdagangan global serta harga energi di pasar internasional.[]

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *