Laskar Jogo Probolinggo Apresiasi Komitmen Polres Probolinggo Berantas DeepCollektor

Suasana Audensi Komunitas Laskar Jogo Probolinggo (LJP) bersama jajaran Kepolisian Resort (Polres) Probolinggo terkait pemberantasan premanisme berkedok DeepCollektor ilegal di Kabupaten Probolinggo, pada Senin 16 Maret 2026. (Foto: Rachmat Effendi)

PROBOLINGGO, PRUDENSI.COM-Komunitas Laskar Jogo Probolinggo (KLJP) sangat mengapresiasi Kepolisian Resor (Polres) Probolinggo dalam memberantas bentuk premanisme berkedok DeepCollektor ilegal yang sangat meresahkan akhir-akhir ini.

Sebagai bentuk kesungguhan dalam menangani segala bentuk premanisme di wilayah hukum Kabupaten Probolinggo, Kapolres AKBP M. Wahyudin Latif didampingi Kasatreskrim AKP I Made Kembar Mertadana beserta pejabat utama (PJU) menerima audensi KLJP pada Senin 16 Maret 2026 sekitar pukul 13.00 wib.

Kapolres Probolinggo juga berjanji tidak akan mempetieskan (menghentikan) proses hukum yang sedang disidik jajarannya.

Sementara itu Komunitas Laskar Jogo Probolinggo melalui ketuanya Mustofa mengungkapkan rasa hormat serta mengapresiasi kinerja Kepolisian Resor Probolinggo utamanya dalam memberantas segala bentuk premanisme.

“Kami sangat mengapresiasi kinerja Kepolisian Resor Probolinggo yang secara sungguh-sungguh merespon keluhan masyarakat khususnya dalam penegakan hukum terhadap premanisme berkedok DeepCollektor ilegal yang sangat meresahkan,”ujar Mustofa usai bertemu Kapolres Probolinggo, Senin (16/3/2026).

Namun demikian menurut Mustofa, atas nama Laskar Jogo Probolinggo beberapa waktu lalu mengirim surat audensi dengan Kapolres Probolinggo dikarenakan para korban DeepCollektor ilegal yang meresahkan masih belum terselesaikan.

“Kami dalam pertemuan tadi sangat luar biasa, karena Bapak Kapolres beserta jajarannya tidak main-main dalam merespon dan mengatensi untuk menindak tegas dan proses ini berjalan,”ungkap pria yang juga politisi PKB ini.

Dalam pertemuan tersebut diungkapkan Mustofa, KLJP juga menyampaikan beberapa progres seperti kasus yang dihentikan penyelidikannya beberapa tahun yang lalu.

“Pelaporan premanisme kami bukan hanya DeepCollektor tapi yang di Stadion juga kami sampaikan karena sekian bulan tidak ada progres, tapi akhirnya Bapak Kapolres mengatensi dan kami meminta ditindak tegas pelakunya,”imbuh Mustofa.

Ditambahkan Mustofa, jika ada laporan tersendat, KLJP berprasangka baik karena banyaknya kasus yang ditangani, dan juga ada tahapan yang tidak bisa dipaksakan.

“Ini positif dalam artian Bapak Kapolres Probolinggo akan segera menindaklanjuti, bagi kami terlambat atau tidak itu masalah waktu, bahasa Bapak Kapolres tadi tidak satupun kasus dipetieskan atau dihentikan,”timpal Mustofa.

Mustofa juga menghimbau tetap menjaga kondusifitas serta keamanan Kabupaten Probolinggo.

“Kami tidak menafikan bahwa ketika Pilkada yang lalu merupakan bagian tim sukses bupati terpilih, maka dari itu kami KLJP berkepentingan mengawal jalannya pemerintahan berjalan aman dan tertib,”pungkas Mustofa. (rac)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *