Laskar Jogo Probolinggo Komitmen Kawal Kasus Pengeroyokan Siswa SMKN 2 Kraksaan

Salman Farisi (15 tahun) siswa SMKN 2 Kraksaan, Kabupaten Probolinggo tak berdaya ketika berada di RSUD Waluyojati untuk dilakukan pemeriksaan setelah menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang pada 23 Februari 2026 yang lalu.(Foto: Istimewa)

PROBOLINGGO, PRUDENSI.COM-Komunitas Laskar Jogo Probolinggo (KLJP) berkomitmen mengawal terus kasus pengeroyokan yang menimpa Salman Farisi (15 tahun) siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 (SMKN 2) Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, mengingat sudah dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UUPA) Polres Probolinggo Nomor LP/B/38/II/2026/SPKT/Polres Probolinggo/Polda Jawa Timur tanggal 24 Februari 2026.

Meski kasusnya masih dalam tahap penyelidikan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Probolinggo, KLJP tetap berlomitmen mengawal agar kasus ini menemukan titik terang, mengingat para pelaku masih bebas berkeliaran.

Menurut Mustofa Ketua KLJP, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, namun diharapkan penyidik UPPA Polres Probolinggo segera menaikkan statusnya ke tahap penyidikan mengingat para pelaku sudah diketahui identitasnya dan ada yang menjadi korban.

“Para saksi-saksi sudah diambil keterangannya oleh penyidik pada Jum’at 20 Maret 2026 yang lalu, bahkan saksi melihat langsung peristiwa serta sebagian pelakunya diketahui identitasnya, karena itu kami meminta agar penyidik melakukan pemanggilan kepada terduga pelaku,”pinta Mustofa ketika ditemui dirumahnya, Rabu (25/3/2026).

Diketahui, Salman Farisi (15 tahun) menjadi korban pengeroyokan secara brutal oleh sekelompok orang pada Senin 23 Februari 2026 sekira pukul 23.15 Wib di Jalan Mayjen Sutoyo, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Akibat peristiwa tersebut, Salman Farisi (15 tahun) mengalami luka kepala bagian atas dan kepala bagian belakang, dahi serta lutut sebelah kiri.

Dihubungi terpisah, Siti Maryam (47 tahun) warga Dusun Masjid, Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo yang merupakan ibu korban Salman Farisi selalu menangis jika mengenang anak kesayangannya dikeroyok secara tidak manusiawi oleh sekelompok orang, padahal tidak mempunyai masalah apa-apa dengan para pelaku.

“Pokoknya saya minta keadilan, pelakunya segera ditangkap karena anak saya sudah dipukuli, diseret dengan cara biadab, anak saya tidak punya musuh, dia penurut dengan orang tua,”ungkap Siti Maryam sambil menangis.(rac)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *