Macron: Dunia Terancam Akibat Manuver AS

JAKARTA – Presiden Prancis Emmanuel Macron melontarkan kritik terbuka terhadap arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang dinilainya semakin menjauh dari prinsip-prinsip hukum internasional dan komitmen terhadap sekutu. Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan global akibat penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan khusus AS serta rencana Presiden AS Donald Trump untuk menguasai Greenland.

Pandangan itu disampaikan Macron dalam pidato tahunan di hadapan para duta besar Prancis di Istana Elysee. Dalam kesempatan tersebut, Macron menyoroti perubahan sikap Amerika Serikat yang menurutnya berpotensi mengguncang tatanan internasional yang selama ini dibangun melalui kerja sama multilateral.

“Amerika Serikat adalah kekuatan yang mapan, tetapi secara bertahap berpaling dari beberapa sekutunya dan melepaskan diri dari aturan-aturan internasional yang masih dipromosikannya baru-baru ini,” kata Macron kepada para duta besar di Istana Elysee.

Macron menilai bahwa sikap tersebut mencerminkan kecenderungan kekuatan besar dunia untuk bertindak secara sepihak demi kepentingan nasionalnya sendiri, tanpa mempertimbangkan konsekuensi terhadap stabilitas global. Ia juga menyinggung melemahnya peran lembaga multilateral yang seharusnya menjadi penyangga utama dalam menyelesaikan konflik antarnegara secara damai.

Pernyataan Macron disampaikan setelah pasukan khusus Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya dalam sebuah operasi kilat di wilayah Venezuela dan membawa keduanya ke New York. Aksi tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak karena dinilai melanggar kedaulatan negara dan prinsip hukum internasional.

Macron menegaskan bahwa dunia saat ini berada pada persimpangan berbahaya akibat meningkatnya rivalitas antarnegara besar. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memperdalam fragmentasi global dan melemahkan kepercayaan antarnegara.

“Kita hidup di dunia dengan kekuatan-kekuatan besar dengan godaan nyata untuk memecah belah dunia,” kata Macron.

Ketegangan semakin meningkat setelah Presiden Trump kembali menyuarakan keinginannya untuk menguasai Greenland, wilayah Arktik yang berada di bawah kedaulatan Denmark. Pernyataan itu menimbulkan kekhawatiran serius di Eropa, mengingat Greenland memiliki posisi strategis baik dari sisi geopolitik maupun pertahanan.

Trump bahkan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk merebut wilayah tersebut. Sikap ini menuai kecaman dari Denmark dan sejumlah negara Eropa yang menilai langkah tersebut sebagai ancaman langsung terhadap stabilitas kawasan dan prinsip aliansi.

Pemerintah Denmark secara tegas memperingatkan bahwa setiap upaya pengambilalihan secara paksa akan berdampak serius terhadap hubungan internasional, termasuk keberlangsungan aliansi pertahanan NATO. Pernyataan tersebut memperlihatkan besarnya kekhawatiran Eropa terhadap arah kebijakan Amerika Serikat yang dinilai semakin konfrontatif.

Dalam konteks ini, kritik Macron mencerminkan kegelisahan Eropa terhadap masa depan kerja sama transatlantik. Prancis dan sejumlah negara Eropa menilai bahwa penghormatan terhadap hukum internasional dan komitmen terhadap sekutu merupakan fondasi utama dalam menjaga perdamaian dunia.

Macron pun menekankan pentingnya memperkuat solidaritas internasional dan peran diplomasi guna mencegah dunia terjerumus ke dalam konflik yang lebih luas akibat tindakan sepihak negara-negara besar. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *