Martabak Bakar Banjar Jadi Primadona Kuliner Samarinda
SAMARINDA – Keunikan kuliner lokal kembali menjadi sorotan dalam gelaran Kaltim Paradise of The East x SummerFest 2025 di Convention Hall Samarinda. Salah satu yang menarik perhatian pengunjung adalah Martabak Bakar Samarinda, olahan khas yang mempertahankan cita rasa gurih dengan teknik memasak khas yang telah diwariskan turun-temurun selama tiga generasi.
Pemilik usaha, Yeti Nurhayati, menjelaskan bahwa martabak bakar miliknya memiliki dua varian utama, yakni sayur ayam dan sayur daging. Isian martabak terdiri atas campuran kentang, wortel, serta daging atau ayam yang dibalut dengan kulit tipis menyerupai kulit lumpia. Proses memasaknya dilakukan dengan cara dibakar dan diolesi telur berkali-kali, sehingga menghasilkan tekstur renyah di luar namun tetap lembut di dalam.
“Martabak bakar ini resep keluarga yang diwariskan dari orang Banjar ke suami saya, lalu kami teruskan hingga sekarang. Sudah tiga generasi kami menjaga cita rasanya agar tetap sama,” ujar Yeti Nurhayati saat ditemui di booth pameran, Jumat (07/11/2025).
Dari sekian banyak varian, martabak sayur daging menjadi menu favorit pelanggan karena rasa gurihnya yang khas serta aroma rempah yang kuat. Yeti menuturkan, usaha ini awalnya dijalankan dari rumah sebelum dikenal luas melalui berbagai kegiatan pameran dan bazar kuliner. Kini, selain tampil di ajang seperti SummerFest, Martabak Bakar Samarinda juga rutin berjualan di GOR Sempaja setiap Minggu pagi, yang kini menjadi lokasi tetap usahanya.
“Kami memang belum punya outlet resmi, tapi setiap Minggu pagi kami jualan di GOR Sempaja. Alhamdulillah, pembelinya banyak dan sudah jadi pelanggan tetap,” katanya.
Selain dijual langsung, produk Martabak Bakar Samarinda juga dapat dipesan secara daring melalui media sosial atau WhatsApp di (081271109665). Produksi dilakukan di Jalan Markisa RT 8, dekat Langgar Baiturrahman, Samarinda, yang sekaligus menjadi pusat kegiatan usaha keluarga tersebut.
Sebagai pelaku UMKM lokal, Yeti mengapresiasi peran berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, yang turut membuka ruang bagi pelaku usaha kecil untuk tampil dan memperkenalkan produknya. Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut agar UMKM semakin berkembang dan memiliki daya saing tinggi.
“Kami sangat terbantu dengan adanya acara seperti ini. Harapannya, UMKM di Samarinda semakin maju dan dikenal lebih luas. Kalau usaha ramai, tentu semangat kami untuk terus berkarya juga makin besar,” pungkasnya.
Kehadiran Martabak Bakar Samarinda menjadi bukti bahwa kuliner tradisional dengan racikan sederhana tetap mampu bertahan di tengah maraknya inovasi kuliner modern. []
Penulis: Rifki Irlika Akbar | Penyunting: Aulia Setyaningrum
