MBG Balita Pakai Kantong Plastik, BGN Sebut di Luar SOP

JAKARTA – Polemik distribusi makanan bergizi gratis (MBG) untuk balita dan ibu hamil di Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi perhatian publik setelah beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan makanan dibagikan menggunakan kantong plastik tanpa alas. Peristiwa tersebut memicu pertanyaan masyarakat mengenai standar keamanan pangan dalam program nasional pemenuhan gizi.

Menanggapi hal itu, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa pihaknya telah menetapkan prosedur operasional standar (SOP) yang mengatur distribusi makanan menggunakan wadah khusus. Juru Bicara BGN, Redy Hendra, menyampaikan bahwa makanan bergizi tersebut sejatinya telah dikirim sesuai ketentuan.

“Dari SPPG sudah sesuai SOP dengan pengiriman menggunakan foodtray,” kata Juru Bicara BGN, Redy Hendra, saat dikonfirmasi, Minggu (11/01/2026).

Penjelasan senada disampaikan oleh pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyasari. Kepala SPPG Karyasari, Dimas Dhika Alpiyan, menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung pada Kamis (08/01/2026) di Kecamatan Sukaresmi. Ia menegaskan bahwa penggunaan kantong plastik bukan merupakan kebijakan resmi SPPG dan terjadi tanpa sepengetahuan pihaknya.

“Namun setelah ompreng tiba di tempat oleh ibu kader yang bersangkutan makanan yang di dalam ompreng dipindahkan dan disatukan penyajiannya di dalam kantong plastik karena ibu kader memiliki alasan spontanitas,” ujar Dimas.

Menurut Dimas, makanan yang telah dipindahkan ke dalam kantong plastik itu kemudian dibagikan kepada para penerima manfaat, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Sementara itu, wadah makanan yang semula digunakan dikembalikan dalam kondisi kosong.

“Setelah itu, oleh ibu kader diberikan kepada penerima manfaat yaitu bumil, busui, dan balita. Ompreng kembali dibawa pulang oleh sopir dengan keadaan kosong,” tambahnya.

Dimas mengungkapkan bahwa pihak SPPG baru mengetahui peristiwa tersebut pada keesokan harinya setelah video yang memperlihatkan pembagian makanan itu viral di media sosial. Menindaklanjuti hal tersebut, SPPG segera melakukan klarifikasi dengan para kader posyandu yang terlibat.

“Setelah video tersebut viral kami pihak SPPG Karyasari Sukaresmi mengundang para ibu kader untuk komunikasi lebih dalam. Ibu kader datang pada Jumat, 9 Januari, pukul 09.00. Ibu kader mengklarifikasi bahwasanya mereka memang memasukkan menu tersebut ke dalam plastik karena keadaan spontanitas yang terjadi,” kata Dimas.

Sementara itu, dalam video yang beredar luas, terlihat makanan disajikan dalam kantong plastik berwarna kuning dan hijau. Perekam video mengaku terkejut dengan kondisi makanan tersebut.

“Ini MBG untuk balita kaya gini, isinya ayam, nggak tahu itu bubur atau apa, kayak muntah kucing. Ini baru dibuka,” tutur pemilik akun TikTok yang saat ini sudah menghapus unggahan kontennya tersebut.

“Maaf bukan nggak bersyukur, masa mau dimakan pakai plastik begini?” tanyanya.

Kasus ini menjadi evaluasi penting bagi seluruh pihak terkait, khususnya dalam memastikan implementasi SOP di lapangan berjalan konsisten. BGN menekankan pentingnya pengawasan distribusi agar tujuan utama program MBG, yakni meningkatkan kualitas gizi ibu dan anak, dapat tercapai tanpa menimbulkan polemik di masyarakat. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *