Megawati Ajak Kader PDIP Hadir di Tengah Derita Korban Bencana

JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan doa dan belasungkawa mendalam bagi para korban bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 sekaligus Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan, Megawati tidak hanya menyampaikan empati, tetapi juga menyerukan aksi nyata kepada seluruh kader partainya.

Doa tersebut dipanjatkan Megawati sebelum menyampaikan pidato politiknya di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/01/2026). Di hadapan ribuan kader yang hadir, Presiden ke-5 Republik Indonesia itu menyampaikan keprihatinannya atas bencana yang berdampak luas di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas bencana hidrometeorologi yang menimpa saudara-saudara kita di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” kata Megawati.

Megawati menegaskan bahwa musibah tersebut bukan sekadar peristiwa alam, melainkan ujian kemanusiaan yang membutuhkan empati kolektif dan solidaritas nasional. Ia mengajak seluruh kader untuk turut mendoakan para korban sekaligus memberi dukungan moral kepada keluarga yang terdampak.

“Doa dan solidaritas kita panjatkan bagi para korban, serta kekuatan dan ketabahan bagi seluruh keluarga yang terdampak,” lanjut Megawati.

Tidak berhenti pada seruan doa, Megawati menekankan pentingnya kehadiran langsung di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Ia meminta para kader PDI Perjuangan, baik yang berada di tingkat pusat maupun daerah, untuk turun langsung ke lokasi bencana dan membantu korban sesuai dengan kemampuan masing-masing.

“Pergi ke sana, lihat keadaan di sana kalau merasa sebangsa dan setanah air untuk bergotong royong,” ujar Megawati.

Menurut Megawati, bantuan nyata sangat dibutuhkan mengingat proses pemulihan pascabencana tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Ia mengingatkan bahwa dampak bencana tidak hanya berhenti pada saat kejadian, tetapi juga meninggalkan persoalan jangka panjang, mulai dari kerusakan infrastruktur hingga pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Megawati menilai, dalam situasi seperti ini, sikap berpangku tangan bukanlah pilihan. Ia menekankan bahwa nilai gotong royong harus diwujudkan melalui tindakan konkret, bukan sekadar slogan.

“Membangun kembali satu tahun tidak bisa. Apakah bisa diam saja? Mereka itu saudara-saudara kita. Jangan ragu menolong sesama. Buktikan kalian orang PDIP. Mau? Buktikan,” pungkasnya.

Seruan tersebut disambut antusias oleh para kader yang hadir. Bagi Megawati, peran partai politik tidak boleh terbatas pada urusan elektoral semata, melainkan juga harus hadir dalam situasi krisis kemanusiaan. Ia menilai keberpihakan kepada rakyat, khususnya mereka yang terdampak bencana, merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan ideologis partai.

Dengan seruan tersebut, Megawati berharap kader PDI Perjuangan dapat menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas sosial. Ia menegaskan bahwa keberadaan partai harus dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat, terutama di saat-saat sulit seperti ketika bencana melanda. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *