Menag Tekankan Pentingnya Mengamalkan Ajaran Al-Quran

JAKARTA – Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menyebut peringatan Nuzulul Quran menjadi momentum penting untuk menghidupkan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, ajaran Al-Quran tidak hanya cukup dibaca dan dipahami, tetapi juga harus benar-benar diamalkan dalam kehidupan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Nasaruddin saat memberikan sambutan dalam acara peringatan Nuzulul Quran yang digelar di Istana Negara, Selasa (10/03/2026).

“Peringatan Nuzulul Qur’an yang diselenggarakan pada malam hari ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan publik,” kata Nasaruddin.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Al-Quran seharusnya tidak hanya menjadi bacaan atau bahan renungan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Sehingga ajaran-ajarannya tidak hanya dibaca dan dihayati, tetapi juga betul-betul diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.

Menurut Nasaruddin, Al-Quran mengandung berbagai nilai penting yang relevan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai tersebut meliputi keadilan, persaudaraan, tanggung jawab moral, hingga amanah untuk menjaga dan memelihara kelestarian bumi.

Ia juga menegaskan bahwa Al-Quran diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh alam yang membawa pesan kedamaian, persatuan, serta kemaslahatan bagi umat manusia.

“Al-Qur’an diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh alam, membawa pesan-pesan kedamaian, persatuan, dan kemaslahatan bagi umat manusia,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin juga menyinggung tradisi dakwah para ulama yang selalu menekankan pentingnya menyampaikan pesan agama dengan cara yang menyejukkan. Menurutnya, dakwah seharusnya memperkuat persaudaraan dan menumbuhkan persatuan, bukan memicu konflik di tengah masyarakat.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa umat juga diajarkan untuk senantiasa mendoakan para pemimpin agar diberi kekuatan, kebijaksanaan, dan keteguhan dalam memimpin bangsa menuju kebaikan bersama.

“Demikian pula umat senantiasa diajarkan untuk senantiasa mendoakan para pemimpin agar diberi kekuatan, kebijaksanaan, dan keteguhan di dalam memimpin bangsa menuju kebaikan bersama,” ujarnya.

Nasaruddin kemudian mengutip pernyataan ulama besar Al-Fudhail bin Iyadh yang menekankan pentingnya mendoakan pemimpin. Menurutnya, doa untuk pemimpin akan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Seandainya aku memiliki satu doa yang pasti dikabulkan, maka niscaya aku akan memanjatkannya untuk pemimpin,” ujar Nasaruddin mengutip perkataan Al-Fudhail.

Ia menjelaskan bahwa jika doa dipanjatkan untuk diri sendiri maka manfaatnya hanya dirasakan secara pribadi. Namun jika doa ditujukan untuk pemimpin, maka kebaikan pemimpin akan membawa kebaikan bagi masyarakat dan negara.

Dalam acara peringatan Nuzulul Quran tersebut, sebanyak 278 orang hadir yang terdiri dari jajaran kabinet, organisasi kemasyarakatan Islam, pejabat tinggi negara, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, serta sejumlah anak yatim. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *