Menteri PU Lakukan Pengecekan Fungsional Tol Probowangi untuk Jalur Mudik

SIDAK : Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo (batik) saat berada di gerbang tol Kraksaan, Rabu (2/4). Ia datang untuk mengecek pengoperasian sementara jalan tol setempat. .

PROBOLINGGO, PRUDENSI.COM-Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, meninjau Tol Probowangi paket 1 (Gending-Kraksaan) dan paket 2 (Kraksaan-Paiton), Rabu (2/4). 

Peninjauan itu dilakukan, untuk mengecek secara langsung pengoperasian tol setempat, untuk arus mudik dan balik Lebaran 2025.

Ia menjelaskan bahwa tol ini beroperasi dari pukul 06.00 hingga 16.00. “Alhamdulillah sudah dipakai sekitar 3.800 kendaraan per hari,” jelasnya.

Pada 24-31 Maret, jalan tol ini hanya dibuka untuk kendaraan yang menuju ke arah timur (Banyuwangi). Kemudian pada 1-8 April, jalur ini akan digunakan untuk kendaraan yang bergerak ke arah barat (Probolinggo).

Dengan panjang sekitar 23,6 kilometer, tol ini memang belum sepenuhnya selesai. Namun tetap difungsikan guna mendukung kelancaran arus mudik.

Terkait jumlah kendaraan yang melintas, Dody mengungkapkan, Dari H-10 sampai dengan 31 Maret, jumlah kendaraan yang melintas mencapai 19.000. 

“Saat ini, belum ada pekerjaan besar yang dapat dilakukan selama periode fungsional ini. Karena kondisi yang tidak memungkinkan,” ujarnya.

Dalam menghadapi arus balik, pemerintah telah berkoordinasi dengan Jasa Marga dan Korlantas Polri. “Makanya, kami koordinasi dengan Jasa Marga dan KorLantas. Ada beberapa ruas yang mungkin akan digratiskan. Agar jalan utama tidak terlalu macet,” jelasnya.

Dody juga menyebutkan, adanya kendala dalam penyelesaian proyek Tol Probowangi. 

“Masih ada masalah sedikit terkait SUTT. Nanti saya coba ngobrol dengan Pak Dirut PLN dan Menteri ESDM supaya ini bisa lebih dipercepat,” imbuhnya.

Direktur Utama PT JPB, Adi Prasetyanto, memaparkan progres pembangunan Tol Probowangi yang terdiri dari tiga paket, Paket 1 (Gending-Kraksaan) telah mencapai 87 persen.

Paket 2 (Kraksaan-Paiton) berada di 80 Pesen. Sementara, paket 3 masih di 67 pesen. 

Ia mengaku, terdapat kendala pada pekerjaan galian batu dan pemindahan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) milik PLN.“Paket satu dan dua Insyaallah selesai pada pertengahan tahun ini. Sekitar bulan Juli. Tinggal penyempurnaan beberapa titik,” jelas Adi.

Sementara itu, paket tiga masih membutuhkan penyelesaian pemindahan SUTET, yang diperkirakan membutuhkan waktu 16 hari kerja.

Tapi sepertinya agak sulit, karena itu kan listrik utama untuk Jawa-Bali. Jadi kami harus negosiasi ulang dengan PLN,” tambahnya. Dengan berbagai tantangan yang ada, pemerintah tetap menargetkan penyelesaian tol ini sesuai rencana. Agar dapat digunakan secara penuh dan optimal untuk mendukung kelancaran transportasi di wilayah Probolinggo-Banyuwangi.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *