Minyak Dunia Anjlok 15%, Jadi Sorotan Utama Berita Ekonomi Terpopuler

JAKARTA – Dinamika global yang memicu penurunan tajam harga minyak dunia menjadi sorotan utama pembaca Kanal Ekonomi Metrotvnews pada Rabu, 8 April 2026, di tengah perhatian terhadap sejumlah isu ekonomi lain, termasuk pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan kebijakan gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Isu penurunan harga minyak dunia lebih dari 15 persen menempati posisi teratas dalam daftar berita terpopuler. Kondisi ini dipicu oleh keputusan Presiden AS, Donald Trump, yang menyetujui gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran menjelang tenggat pembukaan Selat Hormuz. Peristiwa tersebut memicu respons pasar energi global dan menjadi perhatian luas pembaca, sebagaimana dilansir Metrotvnews, Rabu, (08/04/2026).

Selain itu, pergerakan nilai tukar juga menjadi perhatian publik. Dolar AS dilaporkan melemah, sementara sejumlah mata uang utama lainnya justru menguat. Situasi ini dipengaruhi oleh sikap hati-hati investor menjelang batas waktu yang ditetapkan Trump terkait pembukaan Selat Hormuz.

Di sektor komoditas, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam mengalami kenaikan signifikan hingga menyentuh kisaran Rp2,9 juta per gram. Kenaikan ini terjadi setelah sebelumnya harga emas sempat mengalami penurunan pada awal pekan.

Kenaikan harga juga terjadi pada emas yang dipasarkan PT Pegadaian (Persero), termasuk produk UBS dan Galeri 24. Seluruh jenis emas yang dijual tercatat mengalami peningkatan harga berdasarkan data terbaru dari laman resmi Pegadaian.

Sementara itu, perhatian publik juga tertuju pada kebijakan fiskal pemerintah, khususnya terkait gaji ke-13 bagi ASN. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa kebijakan tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum diputuskan.

“Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa belum memutuskan kebijakan gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di tengah adanya efisiensi anggaran. Menurut Purbaya, keputusan apakah gaji ke-13 akan dikenai efisiensi atau tidak, saat ini masih dalam tahap pembahasan.”

Rangkaian isu tersebut menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap perkembangan ekonomi global dan domestik, khususnya yang berdampak langsung pada harga komoditas, nilai tukar, serta kebijakan pemerintah. Ke depan, dinamika ini diperkirakan masih akan menjadi fokus utama pelaku pasar dan masyarakat luas. []

Penulis: Eko Nordiansyah | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *