MISS BRICS 2026 di Kazan Tiadakan Sesi Bikini Selama Ramadan
KAZAN – Kontes kecantikan internasional MISS BRICS 2026 untuk pertama kalinya digelar di Kota Kazan, Rusia, dengan menghadirkan lebih dari 50 peserta dari 17 negara. Ajang yang berlangsung sejak 2 Maret 2026 tersebut menarik perhatian karena panitia memutuskan meniadakan sesi peragaan busana renang sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan suci Ramadan.
Keputusan tersebut diambil oleh panitia penyelenggara karena rangkaian kegiatan kompetisi berlangsung bertepatan dengan Ramadan yang dihormati oleh sebagian peserta dari negara-negara dengan populasi Muslim yang signifikan. Sebagai pengganti sesi tersebut, para kontestan diminta menampilkan kemampuan dan kepribadian mereka melalui peragaan busana olahraga serta pakaian nasional dari negara masing-masing.
Mengutip laporan dari Gazeta.ru, kompetisi ini tetap berlangsung meriah meskipun tanpa sesi bikini yang selama ini identik dengan kontes kecantikan internasional. Para peserta tidak hanya dinilai dari segi penampilan, tetapi juga dari sikap, perilaku, serta kepribadian mereka selama menjalani masa karantina yang dilakukan secara tertutup sebelum babak final.
“Karena penyelenggaraan berlangsung pada bulan Ramadan, panitia memutuskan meniadakan sesi peragaan busana renang; sebagai gantinya, peserta tampil dalam busana olahraga dan pakaian nasional mereka,” demikian keterangan yang dirilis panitia seperti dikutip Gazeta.ru Sabtu (07/03/2026).
Babak final kompetisi digelar dengan dua tahap, yakni rangkaian awal yang berlangsung secara tertutup dan puncak acara yang dibuka untuk penonton. Pada malam final tersebut, dewan juri akhirnya menetapkan sejumlah pemenang dari berbagai kategori yang diperebutkan.
Dalam kategori utama Miss BRICS, perwakilan Rusia Valentina Alekseeva berhasil meraih gelar juara. Posisi runner-up pertama ditempati oleh Immakulate Vajera dari Bolivia, sedangkan posisi ketiga diraih oleh Aliya Korotkaya dari Belarus yang juga memperoleh penghargaan favorit pilihan pemirsa.
Selain kategori utama, penyelenggara juga menggelar kategori Mrs BRICS yang diperuntukkan bagi peserta yang telah menikah. Pada kategori ini, mahkota utama diraih oleh Millisent Mpholodi Tlou dari Afrika Selatan. Posisi kedua ditempati oleh Olga Migunova dari Kazakhstan yang juga memenangkan penghargaan pilihan pemirsa, sementara posisi ketiga diraih oleh Aleksandra Khvatova dari Rusia.
Penyelenggaraan kontes kecantikan ini juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan budaya antarnegara yang tergabung dalam kelompok kerja sama BRICS dan mitra BRICS+. Dengan melibatkan peserta dari berbagai latar belakang budaya dan agama, ajang ini sekaligus memperkenalkan keberagaman tradisi yang dimiliki negara-negara peserta kepada publik internasional.
Keputusan panitia untuk menyesuaikan format kompetisi dengan kondisi Ramadan dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan agama yang dianut sebagian peserta. Langkah tersebut juga mencerminkan upaya penyelenggara untuk menghadirkan ajang kecantikan yang lebih inklusif serta menghargai keberagaman yang ada di antara negara-negara peserta. []
Penulis: Amy Maulana | Penyunting: Aulia Setyaningrum
