Modus Berbaur dengan Pelayat, Wanita Diduga Curi Uang Takziah
JAKARTA – Aparat kepolisian tengah menyelidiki kasus dugaan pencurian uang takziah yang terjadi di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur. Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah rekamannya beredar luas di media sosial dan memperlihatkan seorang perempuan diduga mengambil uang duka dari rumah warga yang sedang berduka.
Peristiwa itu dilaporkan terjadi di Jalan Dukuh IV, Kampung Dukuh, wilayah Kramat Jati. Polisi menyebut pelaku diduga memanfaatkan situasi rumah duka yang dipenuhi pelayat untuk menjalankan aksinya.
Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kramat Jati, AKP Fadoli, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut. Polisi juga berupaya mengidentifikasi pelaku yang terekam kamera pengawas di sekitar lokasi.
“Sedang kami selidiki kasus pencurian uang takziah di Kramat Jati oleh seorang perempuan,” kata Fadoli.
Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun dari saksi dan keluarga korban, perempuan tersebut diduga menjalankan aksinya dengan menyamar sebagai pelayat. Ia berpura-pura mengenal keluarga almarhum sehingga dapat berbaur dengan para tamu yang datang melayat.
Dengan modus tersebut, pelaku diduga berhasil memasuki area rumah duka tanpa menimbulkan kecurigaan dari para pelayat yang hadir. Situasi yang ramai dan penuh aktivitas membuat pengawasan terhadap barang-barang di sekitar lokasi menjadi berkurang.
“Dia melancarkan aksinya berpura-pura kenal dengan keluarga almarhum lalu berbaur dengan pelayat lainnya,” katanya.
Polisi menduga perempuan itu menunggu momen ketika situasi di rumah duka sedang lengah. Pada saat itulah ia mengambil uang takziah yang telah dikumpulkan dari para pelayat.
Menurut keterangan yang diperoleh polisi, uang tersebut sebelumnya sudah dimasukkan ke dalam kantong oleh pihak keluarga atau pengelola rumah duka. Pelaku kemudian memasukkan uang tersebut ke dalam tas miliknya sebelum meninggalkan lokasi.
“Pas sedang lengah, pelaku mengambil uang takziah yang sudah dikantongi, dimasukkan ke dalam tasnya lalu kabur,” katanya.
Setelah kejadian tersebut diketahui, keluarga almarhum kemudian melaporkan peristiwa itu kepada pihak kepolisian. Petugas dari Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui jajaran Polsek Kramat Jati segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan awal.
Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi saat peristiwa berlangsung. Selain itu, polisi juga memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di sekitar rumah duka untuk mengidentifikasi pelaku.
“Kami juga sudah cek ke TKP untuk meminta keterangan keluarga korban dan melihat CCTV yang ada,” kata Fadoli.
Hingga kini, polisi masih memburu perempuan yang diduga sebagai pelaku pencurian tersebut. Identitas pelaku juga masih dalam proses pendalaman oleh penyidik.
Kasus ini menambah daftar tindak kejahatan yang memanfaatkan situasi emosional masyarakat, khususnya pada saat kegiatan takziah atau rumah duka. Dalam kondisi tersebut, biasanya banyak orang datang untuk menyampaikan belasungkawa sehingga pengawasan terhadap barang atau uang yang terkumpul menjadi kurang optimal.
Oleh karena itu, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, bahkan ketika berada dalam situasi duka. Pengelolaan uang takziah, menurut polisi, sebaiknya dilakukan oleh orang yang dipercaya oleh keluarga dan dijaga secara bergantian untuk mencegah potensi penyalahgunaan.
Selain itu, penggunaan kamera pengawas di lingkungan permukiman juga dinilai dapat membantu aparat dalam mengungkap kasus serupa jika terjadi di kemudian hari.
Polisi memastikan proses penyelidikan akan terus dilakukan hingga pelaku berhasil diidentifikasi dan ditangkap. Aparat juga menegaskan akan menindak tegas pelaku kejahatan yang memanfaatkan momen duka masyarakat demi keuntungan pribadi. []
Siti Sholehah.
