Motor Bonceng Tiga Tabrak Tiang di Bantul, Dua Remaja Tewas

JAKARTA – Kecelakaan lalu lintas kembali merenggut korban jiwa di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebuah sepeda motor yang ditumpangi tiga remaja laki-laki mengalami kecelakaan tunggal setelah menabrak tiang lampu penerangan jalan di Jalan Raya Sanden, tepatnya di wilayah Tegalsempu, Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Pandak. Insiden tersebut menyebabkan dua orang remaja meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP), sementara satu korban lainnya mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan medis.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Rabu (21/01/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa sepeda motor jenis matik tersebut melaju dari arah utara menuju selatan. Kendaraan dikendarai oleh seorang remaja yang membonceng dua temannya sekaligus.

Identitas para korban diketahui masih berusia belia. Pengendara sepeda motor berinisial FA (15), warga Caturharjo. Sementara pembonceng yang berada di posisi tengah adalah FWP (14), warga Murtigading, Sanden, Bantul. Adapun pembonceng paling belakang berinisial RRP (14), juga warga Caturharjo.

“Motor itu dikendarai bonceng tiga dengan kecepatan tinggi,” katanya kepada wartawan, Rabu seperti dilansir detikJogja, (21/01/2026).

Menurut keterangan kepolisian, saat melintas di lokasi kejadian, laju kendaraan tiba-tiba tidak dapat dikendalikan oleh pengendara. Sepeda motor tersebut kemudian oleng ke sisi kiri jalan sebelum akhirnya menghantam tiang lampu penerangan jalan yang berada di pinggir ruas jalan raya.

“Setelah oleng ke kiri, motor menabrak tiang lampu penerangan jalan di pinggir jalan,” ujarnya.

Benturan keras mengakibatkan ketiga remaja tersebut terlempar ke area persawahan yang berada di sisi jalan. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan melaporkannya kepada pihak kepolisian. Namun, kondisi dua korban sudah sangat kritis saat petugas tiba di lokasi.

“Untuk pengendara mengalami cedera kepala berat dan meninggal dunia di TKP, begitu pula untuk pembonceng yang di posisi tengah. Kalau untuk pembonceng yang paling belakang mengalami patah tangan kiri dan saat ini dirawat di Rumah Sakit UII Pandak,” ucapnya.

Petugas kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Dugaan awal mengarah pada faktor kecepatan tinggi dan kondisi kendaraan yang membawa penumpang melebihi kapasitas. Selain itu, usia pengendara yang masih di bawah umur juga menjadi perhatian serius aparat kepolisian.

Kecelakaan ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas, terutama bagi kalangan remaja. Kepolisian mengimbau para orang tua agar lebih ketat dalam mengawasi penggunaan kendaraan bermotor oleh anak-anak mereka, termasuk memastikan kelengkapan berkendara dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.

Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa membawa penumpang lebih dari satu orang pada sepeda motor matik sangat berisiko dan melanggar ketentuan keselamatan. Selain membahayakan pengendara, praktik tersebut dapat berujung pada kecelakaan fatal seperti yang terjadi di Bantul ini.

Kasus kecelakaan tersebut kini masih dalam penanganan Polres Bantul, termasuk pendataan saksi dan koordinasi dengan pihak keluarga korban untuk proses selanjutnya. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *