Nataru Mendekat, Pemkab Paser Siapkan Operasi Pasar

PASER — Pemerintah Kabupaten Paser mulai mengambil langkah antisipatif menghadapi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM), sejumlah intervensi pasar disiapkan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok di pasaran.

Fokus utama yang akan dilakukan adalah pelaksanaan operasi pasar dengan menyasar komoditas strategis yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat. Program tersebut dirancang sebagai upaya menekan laju inflasi pangan yang kerap meningkat menjelang akhir tahun.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop UKM Paser, Suherman, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan kepada pemerintah provinsi agar kegiatan operasi pasar dapat segera dilaksanakan.

“Kami sudah menyampaikan usulan ke tingkat provinsi agar operasi pasar bisa digelar sebelum puncak Nataru. Komoditas yang diusulkan meliputi beras, gula, dan kebutuhan pokok lainnya,” ujarnya, Sabtu (06/12/2025).

Menurut Suherman, momentum hari besar keagamaan hampir selalu diikuti dengan peningkatan permintaan bahan pangan. Jika tidak diantisipasi, kondisi tersebut berpotensi memicu lonjakan harga yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat.

Selain bahan pangan, Disperindagkop UKM Paser juga menaruh perhatian terhadap ketersediaan gas LPG subsidi ukuran 3 kilogram. Operasi pasar LPG direncanakan menjadi bagian dari agenda pengendalian kebutuhan masyarakat menjelang pergantian tahun.

“Selain sembako, kami juga menyiapkan operasi pasar LPG 3 kilogram. Ini penting karena konsumsi rumah tangga biasanya meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru,” jelasnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada program tambahan lain yang secara khusus dirancang untuk momentum Nataru, selain dua kegiatan utama tersebut.

“Untuk sementara, fokus kami memang pada operasi pasar sembako dan LPG. Program lain belum ada yang ditetapkan secara spesifik,” katanya.

Dalam rangka menjaga ketersediaan barang, Disperindagkop UKM Paser juga terus melakukan pemantauan terhadap distribusi dan stok di tingkat distributor. Koordinasi dilakukan guna memastikan pasokan tetap aman sekaligus mencegah praktik penimbunan.

“Kami rutin berkoordinasi dengan distributor agar stok tetap terjaga dan tidak ada penahanan barang. Penimbunan sangat berisiko memicu kenaikan harga di pasaran,” tegas Suherman.

Berdasarkan hasil pemantauan sementara, sebagian besar komoditas pangan di Kabupaten Paser masih dalam kondisi aman. Namun, terdapat beberapa komoditas yang mulai menunjukkan tren kenaikan harga.

“Sejauh ini stok relatif aman, tetapi bawang merah dan cabai mengalami kenaikan harga sekitar 10 persen. Penyebab pastinya masih kami dalami,” pungkasnya.

Pemerintah daerah memastikan pemantauan akan terus dilakukan hingga perayaan Nataru usai, guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok tetap terjaga. []

Red04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *