Oknum TNI AL Diduga Aniaya Warga Pekanbaru hingga Tewas karena Tetanus

PEKANBARU — Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan seorang perwira TNI AL berpangkat letnan satu (Lettu) berinisial MZ di Pekanbaru, Riau, menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.

Peristiwa ini berawal dari tindakan sederhana, yakni dua warga mengambil buah sukun di lahan kosong yang ternyata milik oknum perwira tersebut.

Dua warga yang dimaksud adalah Supriyanto dan Gunawan. Mereka mendatangi lahan kosong di sekitar Jalan Kuantan I, Pekanbaru, pada Jumat (15/8/2025), dan memetik sekitar sepuluh buah sukun.

Tidak lama berselang, keduanya dipanggil ke rumah MZ untuk dimintai pertanggungjawaban.

“Kami langsung minta maaf karena tidak tahu buah itu beliau yang punya kan,” kata Supriyanto, menegaskan bahwa tidak ada niat jahat di balik tindakan mereka.

Namun, situasi berubah tegang ketika MZ disebut mengancam dan menodongkan pistol ke arah mereka.

“Langsung ditodong kami pakai pistol, dia bilang kalau pergi kami langsung dia tembak kami,” ungkap Supriyanto.

Tak berhenti sampai di situ, Supriyanto mengaku dirinya dan rekannya mendapat perlakuan kekerasan.

“Kami sempat dipukul dengan senjata, saya merasakan sekali dipukul di bagian atas kepala,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa MZ memukul korban dengan cangkul kecil di teras rumahnya.

Rekaman video saat kedua warga berada di lokasi pun sempat tersebar di media sosial, menambah sorotan publik atas kasus ini.

Setelah penganiayaan, kondisi Gunawan semakin memburuk. Ia mengalami luka parah hingga harus dirawat di RS Bhayangkara Polda Riau.

Beberapa hari kemudian, ia dirujuk ke RSUD Arifin Ahmad, di mana hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Gunawan terinfeksi tetanus.

Pada 23 Agustus 2025, Gunawan akhirnya meninggal dunia setelah sempat dirawat intensif. Keluarga korban menuntut keadilan dan meminta agar oknum TNI AL tersebut diproses hukum.

“Kami harap Panglima TNI dapat segera mengusut penganiayaan ini. Saya harap oknum tersebut segera dapat diproses agar arwah adik saya tenang,” ujar Rudi, kakak korban.

Rudi juga menambahkan desakan agar aparat transparan dalam menindaklanjuti kasus ini.

“Kami minta pelaku segera ditangkap, dan kirimkan dokumen sebagai bukti bahwa pelaku memang sudah ditahan,” tegasnya.

Kasus dugaan penganiayaan ini kini menjadi perhatian luas, tidak hanya di Pekanbaru tetapi juga di tingkat nasional. Publik menunggu langkah tegas TNI dalam memberikan kepastian hukum serta menjawab tuntutan keluarga korban. []

Nur Quratul Nabila A

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *