Okupansi Hotel Jabar Lesu, Libur Lebaran Tidak Berdampak Signifikan
BANDUNG – Sektor perhotelan di Jawa Barat (Jabar) menghadapi tantangan meski libur Lebaran 2026 telah berlangsung. Data menunjukkan, sebagian besar hotel belum mencatat peningkatan signifikan pada tingkat okupansi atau keterisian kamar. Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jabar, Dodi Ahmad Sofiandi, menyoroti berbagai faktor penyebab, mulai dari kondisi ekonomi hingga perilaku wisatawan yang lebih memilih berbelanja dibanding menginap.[]
Menurut Dodi, data Disparbud Provinsi Jabar memperlihatkan tren keterisian kamar di beberapa wilayah seperti Bandung meningkat dari 19 persen menjadi 52 persen, Cirebon dari 25 persen menjadi 70 persen, Bogor dari 18 persen menjadi 48 persen, Sukabumi dari 22 persen menjadi 39 persen, Kabupaten Pangandaran dari 10 persen menjadi 62 persen, Karawang dari 68 persen menjadi 73 persen, dan Garut dari 33 persen menjadi 65 persen. “Cirebon, Bogor, Bandung, Sukabumi. Nah, itu perwakilan-perwakilan di wilayah itu, (peningkatan) tidak jauh berbeda (dengan sebelumnya) yang lain-lain lebih sepi dari itu,” kata Dodi, sebagaimana dilansir Jpnn, Senin, (30/03/2026).[]
Dodi menjelaskan, rendahnya okupansi tidak lepas dari efisiensi anggaran pemerintah yang memengaruhi daya beli masyarakat. “Saya tidak bisa ngomong kan dari dulu kan akibat daripada efisiensi dari pemerintah. Kan semua sekarang daerah dipotong, efisiensi 40 persen. Kemudian semua kementerian dipotong. Nah, akibat dipotong itu ya akhirnya sekarang terjadi penurunan,” ujarnya. Kondisi ini diperparah oleh perilaku masyarakat kelas menengah yang lebih memilih menggunakan tabungannya untuk kebutuhan sehari-hari dan berbelanja, serta dampak ekonomi global akibat konflik Amerika Serikat-Israel-Iran. “Perang Iran Iran Israel Amerika kan harga bahan bakar menukik tajam. Nah itu pengaruhnya sekarang semua kegiatan di perhotelan juga sepi,” tambahnya.[]
Meski demikian, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menilai okupansi hotel di Kota Bandung tetap menunjukkan tren positif. Menurutnya, hotel bintang tiga hingga lima mengalami tingkat hunian di atas 50 persen, bahkan pada puncak libur H+2 dan H+3 Lebaran menembus angka lebih dari 90 persen. “Hotel bintang 3 sampai bintang 5 di atas 50 persen, rata-rata mendekati 50 persen dengan jumlah kamar yang sangat banyak. Tingkat hunian hotel sampai di atas 90 persen pada H+2 dan H+3,” ungkap Farhan.[]
Farhan menyebut, sebagian besar wisatawan merupakan keluarga dari luar kota, khususnya Jabodetabek, yang memilih menginap lebih lama untuk menikmati liburan. Volume penumpang juga meningkat sekitar 15 persen selama periode libur, dengan total kunjungan mencapai lebih dari 723 ribu orang.[]
Ke depan, Dodi berharap pemerintah dan pelaku pariwisata dapat mencari solusi agar wisatawan tidak hanya datang berkunjung, tetapi juga menginap sehingga sektor perhotelan dapat terdorong kembali.[]
Penulis: Ridwan Abdul Malik | Penyunting: Redaksi01
