Paku Nyangkut di Paru-paru, Warga Inhil Selamat Berkat Penanganan Medis

JAKARTA – Sebuah kejadian tak biasa dialami seorang pria berusia 52 tahun asal Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, saat melakukan aktivitas rumah tangga. Pria tersebut harus mendapatkan penanganan medis intensif setelah secara tidak sengaja tersedak paku sepanjang lima sentimeter ketika sedang memperbaiki kamar anaknya. Insiden ini menjadi pengingat akan risiko keselamatan yang kerap luput dari perhatian dalam kegiatan sehari-hari.

Dilansir detikSumut, Jumat (06/02/2026), peristiwa tersebut terjadi pada 26 Januari 2026. Awalnya, korban dilarikan ke RS Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, karena kondisi yang dinilai membutuhkan penanganan lebih lanjut dan fasilitas medis yang lebih lengkap, pasien kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad, Pekanbaru.

Tim medis RSUD Arifin Achmad mengungkapkan bahwa kasus tersebut tergolong langka dan jarang ditemui dalam praktik medis sehari-hari.
“Kami baru saja berhasil menangani pasien dengan keluhan yang cukup langka, yakni tersedak paku. Pasien ini berusia 52 tahun. Biasanya kami menangani pasien dengan keluhan tersedak jarum, kacang-kacangan, dan juga kancing baju yang sering. Namun kali ini tersedak paku,” ujar Dokter Spesialis Paru RSUD Arifin Achmad, dr Nori Purnama.

Setelah pasien tiba di rumah sakit rujukan, tim medis segera melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan kondisi pasien dan lokasi benda asing tersebut. Pemeriksaan radiologi menjadi langkah penting untuk mengetahui posisi paku yang masuk ke dalam tubuh pasien.

“Kami melakukan pemeriksaan foto thorax. Saat itu baru diketahui ada tampak paku di daerah saluran pernapasan yaitu paru-paru. Pasien tersedak, kalau tertelan masuknya ke saluran pencernaan,” jelas dr Nori. Temuan ini menegaskan bahwa paku tersebut tidak masuk ke sistem pencernaan, melainkan tersangkut di saluran pernapasan, tepatnya di paru-paru, yang berpotensi membahayakan nyawa jika tidak segera ditangani.

Berdasarkan keterangan medis, insiden ini terjadi ketika korban sedang melakukan perbaikan kamar anaknya. Saat bekerja, paku diletakkan di mulut—kebiasaan yang sering dilakukan sebagian orang untuk memudahkan pekerjaan. Namun, kondisi tersebut justru berujung petaka ketika korban terpeleset, sehingga paku terisap masuk ke saluran pernapasan dan menyebabkan tersedak.

Beruntung, respons cepat dari keluarga dan penanganan medis yang tepat membuat kondisi pasien kini berangsur membaik. Pihak rumah sakit menyatakan bahwa kondisi pasien sudah stabil setelah dilakukan tindakan medis yang diperlukan. Meski demikian, kasus ini menjadi catatan penting bagi tenaga kesehatan karena tingkat risikonya yang tinggi dan potensi komplikasi serius, seperti infeksi paru atau gangguan pernapasan permanen.

Peristiwa ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas perbaikan rumah. Menaruh benda tajam atau kecil di mulut, meskipun terlihat sepele, dapat berakibat fatal. Pihak medis mengimbau agar masyarakat menggunakan wadah atau alat khusus untuk menyimpan paku dan peralatan kecil lainnya demi menghindari kejadian serupa di kemudian hari. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *