Paser Berbuah Jalan, Hasil Nyata Baru Terlihat di Dua Kecamatan

PASER — Program Paser Berbuah yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser sebagai upaya pengembangan sentra buah-buahan unggulan lokal masih terus berjalan di sembilan kecamatan. Namun, pelaksanaannya belum menunjukkan hasil yang merata. Hingga kini, baru dua kecamatan yang dinilai telah memberikan dampak nyata melalui panen dan produksi buah secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Kabupaten Paser, Erwan Wahyudi, menyampaikan bahwa efektivitas program tersebut masih berproses dan sangat bergantung pada karakter tanaman serta kesiapan wilayah.

“Dari sembilan kecamatan yang menjalankan Paser Berbuah, baru dua yang sudah efektif dan menghasilkan, yakni Kecamatan Kuaro sebagai sentra kelengkeng serta Kecamatan Long Kali untuk jambu air dan jambu kristal,” ujar Erwan, Jumat (10/10/2025).

Ia mengakui, kecamatan lain masih berada pada tahap pengembangan awal. Salah satunya Kecamatan Tanah Grogot yang difokuskan sebagai kawasan pengembangan alpukat. Sementara itu, Kecamatan Long Ikis diarahkan menjadi sentra durian, namun membutuhkan waktu panen yang relatif panjang.

“Untuk Long Ikis, karena komoditasnya durian, masa tunggu panen bisa mencapai tiga tahun,” jelasnya.

Perbedaan waktu panen dan kesiapan lahan tersebut dinilai menjadi tantangan utama dalam pemerataan hasil program Paser Berbuah. Kondisi ini juga berpengaruh terhadap ekspektasi masyarakat yang berharap program tersebut dapat segera memberikan dampak ekonomi langsung.

Untuk memperkuat pelaksanaan program, DTPH Paser merencanakan pembangunan Demonstration Plot (Demplot) atau lahan percontohan di sejumlah kecamatan. Demplot ini diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus model pengembangan kebun buah yang produktif dan berkelanjutan.

Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan sepenuhnya. Erwan menyebut kendala utama saat ini adalah ketersediaan lahan yang masih dalam proses pembebasan oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Paser, sehingga belum bisa diserahkan kepada DTPH.

“Lahan yang direncanakan masih dalam proses pembebasan dan belum diserahkan ke kami, sehingga pelaksanaan demplot belum bisa berjalan,” katanya.

Ke depan, DTPH Paser berencana menggandeng TP PKK serta pemerintah kecamatan dalam pengelolaan lahan percontohan tersebut. Sinergi lintas sektor dinilai penting agar program Paser Berbuah tidak hanya berhenti pada penanaman, tetapi benar-benar memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

“Kami targetkan pada 2026 nanti demplot sudah bisa direalisasikan dan dikelola bersama,” pungkas Erwan. []

Red04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *